Sosial

Mahasiswa Desak Perkebunan di Aceh Singkil di evaluasi

ACEHTERKINI.COM | Himpunan Mahasiswa Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS) mendesak Pemerintah Aceh dan kabupaten setempat untuk segera mengevaluasi seluruh perusahaan perkebunan.

“Banyak perusahaan perkebunan yang tidak memenuhi tanggung jawab kepada masyarakat setempat,” tulis Jirin Capah, Ketua HIMAPAS dalam siarannya yang diterima acehterkini, Senin (26/1/2015).

“Kami mencatat ada 12 perusahaan perkebunan sawit dengan lahan 45.008 hektar, namun kondisi masyarakat dan tingkat pengangguran sangat memprihatinkan, mayoritas pekerja juga banyak dari luar Aceh Singkil,” tulis Jirin.

Berdasarkan UU Nomor 13 tahun 2004 Tentang perkebunan Pasal 3 menyatakan bahwa Perkebunan diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan penerimaan Negara, meningkatkan penerimaan devisa Negara, menyediakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing memenuhi kebutuhan konsumsi dan bahan baku industri dalam negeri, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Jika dilihat dari undang-undang tersebut sudah semestinya kehadiran perusahaan-perusahan perkebunan di Aceh Singkil dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat sehingga pendapatan masyarakat meningkat.

Disamping itu, pemerintah harus mengawasi penerapan Permentan Nomor 98 tahun 2013 pasal 11 dan 13 tentang kewajiban membangun kebun untuk masyarakat sekitar paling rendah seluas 20 persen dari total luas areal kebun yang diusahakan. [red]

To Top