Hukum

Korupsi di Aceh Jaya dan Kota Langsa Terendah

ACEHTERKINI. COM | Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mengatakan kasus korupsi di Kabupaten Aceh Jaya dan Kota Langsa paling kecil dari 23 kabupaten kota di Aceh.

Catatan penegakan kasus korupsi sepanjang tahun 2014 yang dirilis MaTA, Rabu (28/1/2015) menyebutkan ada 87 kasus korupsi yang sedang ditangani oleh aparat penegak hukum di Aceh.

Alfian didampingi Kepala Divisi Advokasi dan Monitoring Peradilan, Hafid dan Kepala Rumoh Transparansi Aceh, Ilham Sinambela di kantor MaTA kepada sejumlah wartawan menjelaskan 87 kasus korupsi itu diantaranya 22 kasus sudah di vonis dan 63 kasus dalam proses penyelidikan, penyidikan dan 2 kasus lagi sudah di SP3-kan.

Perkara yang di SP3-kan adalah kasus Kuala Gigeng di Aceh Besar dan Kasus Boat DKP Tahun 2013 di Bireuen.

Total kerugian Negara dari kasus yang ditangani tahun 2014 mencapai Rp673 miliar lebih dan ini belum termasuk 37 kasus yang belum audit dan dua kasus yang di SP3-kan.

Disebutkan dari 23 kabupaten kota, paling sedikit temuan kasus korupsi ada di Kabupaten Aceh Jaya dan Kota Langsa.

“Dua kabupaten itu hanya ditemukan masing-masing satu kasus korupsi, nilai kerugian Negara hanya Rp155.507.000 di Kota Langsa, sedangkan nilai kerugian di Aceh Jaya belum ada audit dari BPKP,” kata Alfian.

MaTA juga menemukan kasus korupsi yang paling banyak terjadi sepanjang tahun 2014 ada di Aceh Tenggara, Bireuen dan Aceh Utara.

“Ada 8 kasus korupsi di Aceh Tenggara dan 7 kasus di Aceh Utara dan Bireuen, namun nilai kerugian Negara yang paling besar ada di Kota Sabang sebanyak Rp314 miliar,” demikian Koordinator MaTA, Alfian. [red]

To Top