Lingkungan

Jaga Lingkungan Masih Di Atas Kertas, Inisiatif Pemerintah Aceh Rendah

ACEHTERKINI.COM | Pengamat Lingkungan Aceh, TM Zulfikar mengatakan inisiatif Pemerintah Aceh menjaga hutan dan lingkungan masih sangat rendah.

“Uangnya ada tapi inisiatifnya kurang,” kata TM. Zulfikar yang juga pengurus LSM Aceh Center.

Saat talkshow yang digelar langsung oleh AcehTV, Sabtu (17/1/2015) malam, TM Zulfikar menjelaskan bahwa Aceh memiliki 1.800 lebih Polisi Hutan, kalau untuk menjaga hutan Saree cukup hanya puluhan orang. “Jangan berharap ada uang proyek baru turun ke lapangan,” katanya.

“Kenapa tidak ada inisiatif selalu menjaga hutan, buat patroli, ada keinginan yang besar untuk menyelamatkan hutan di Saree,” kata TM Zulfikar saat menjadi narasumber bersama Koordinator Yayasan Leuser International (YLI) Dr. Ir. Syahrul Msc.

Ia menambahkan sejak 2011, pemerintah sudah punya inisiatif yaitu sejak masa Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa Indonesia sebagai sebuah negara yang memiliki tingkat emisi yang cukup tinggi, salah satu karena kebakaran lahan gambut.

Kemudian Pemerintah Indonesia membentuk Satgas REDD yang sekarang bernama Badan Pelaksana REDD+. “Intinya ada komitmen,” ujarnya.

Tambah TM Zulfikar, komitmen pemerintah masih di atas kertas. “Bagaimana implementasinya, sejak masa Gubernur Aceh dipimpin Irwandi Yusuf pernah ada Moratorium Logging, isinya luar biasa, tapi kelola hutannya belum baik, kemudian ada evaluasi, ada redesign, ada upaya penegakan hukum. Persoalan sejak tahun 2007-2015 masih di jalan ditempat,” kata TM. Zulfikar.

Uang di Aceh banyak, tapi inisiatifnya masih kurang. “Kita push, kita kritik pemerintah dengan bersinergi, semangat pro dan kontra tetap ada, kita berharap perencanaan yang dibangun oleh Pemerintah harus partisipatif dengan melibatkan masyarakat,” katanya lagi.

Hal yang sama juga dikatakan Koordinatir YLI, Syahrul. Dikatakannya upaya yang dilakukan pemerintah dalam mencegah kerusakan hutan dan lahan gambut belum optimal, termasuk juga di dalamnya penegakan hukum.

“Tidak ada upaya lain, kita siap mengkritisi dan membantu para pihak bagaimana hutan dan lingkungan di Aceh di kelola secara baik,” ujar Syahrul.

Talkshow yang digagas langsung oleh AcehTV ini mengusung tema “Lahan Gambut Aceh Milik Siapa” berlangsung hanya satu jam dari pukul 20.00 – 21.00 WIB dipandu presenter Qudus Husein. [red]

To Top