Sosial

Inilah Kekuatan Perikanan dan Kelautan Aceh

ACEHTERKINI.COM | Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, T. Diauddin mengutus stafnya Aliman dalam diskusi publik “Aceh Menjaga Laot Nusantara” pada Jum’at (23/1/2015) di Harouk Café Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang digagas Greenpeace, LSM Aceh Center dan Jaringan KuALA ini mengupas berbagai macam persoalan tentang perikanan dan kelautan di Provinsi Aceh.

Aliman membeberkan kekuatan data perikanan dan kelautan Aceh kepada peserta diskusi publik. Ia menyebutkan luas laut yang dimiliki Aceh adalah 95.235 meter kubik. Wilayah kelolanya hanya 43.935 meter kubik.

“belum ada peraturan yang menjadi kewenangan Aceh terkait wilayah tangkap dan alat penangkapan,” kata Aliman sembari mengatakan kapal-kapal di atas 30 GT kepengurusannya masih melalui pusat.

Ia menambahkan jumlah pulau-pulau kecil di Aceh sebanyak 332 buah. Perikanan tangkap memiliki potensi sebanyak 120.000 ton lebih, sedangkan untuk Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) sebanyak 232.300 ton.

“Potensi yang baru dimanfaatkan hanya sekitar 60 persen,” ujar Aliman.

Sementara itu jumlah nelayan di Aceh sebanyak 70.771 orang dengan 17.414 armada dan 535 unit boat 30GT.

Bidang infrastruktur, kata Aliman banyak pelabuhan besar yang sudah dibangun di kabupaten kota di Aceh.

“Aceh ingin membangun pelabuhan perikanan melalui segitiga emas pelabuhan perikanan yaitu Idi Rayeuk di sebelah timur, Lampulo Kota Banda Aceh sebelah utara dan Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan di sebelah barat,” ujarnya.

Rencana lain kata Aliman bahwa pelabuhan Lampulo ingin dijadikan International Fishing Boat. “Biaya yang dibutuhkan Rp1,2 triliun, baru terealisasi Rp400 miliar,,” katanya.

“Provinsi Aceh telah ditetapkan sebagai tuan rumah peringatan Hari Laut Nusantara pada tahun 2015,” demikian Aliman atas nama Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh pada diskusi publik “Aceh Menjaga Laot Nusantara” itu. [red]

To Top