Lingkungan

Habitat Gajah di Bener Meriah Terganggu

ACEHTERKINI.COM | Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh mengatakan konflik gajah di Kabupaten Bener Meriah sudah berulang dan semakin meresahkan masyarakat setempat.

“Kita turut berduka atas meninggalnya Husna asal Desa Musarapakat, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah karena diamuk sekawanan gajah liar, Sabtu (24/1/2015),” ujar Kepala BKSDA Aceh, Genman Hasibuan.

Dihubungi acehterkini, Minggu (25/1/2015) ia mengatakan Kabupaten Bener Meriah merupakan habitat gajah dahulunya.

“Kawasan hutan sudah terganggu karena pembangunan dan pembukaan lahan sehingga ruang gerak gajah menjadi sempit,” ujar Genman.

Konflik gajah ini sudah berulang. “Kita berharap kejadian di awal tahun 2015 pertama dan yang terakhir,” tandasnya.

Genman menjelaskan BKSDA bersama Pemerintah Bener Meriah akan melakukan kerjasama penanggulangan gajah liar, salah satunya akan membangun Conservation Respons Unit untuk penggiringan gajah liar ke hutan.

“Kita akan melakukan kajian dan survey bersama pemerintah, hari ini, Minggu kita kirim tim ke Bener Meriah,” ujar Genman menyahuti komunikasi dengan Bupati Bener Meriah, Ruslan Abdul Gani, Minggu (25/1/2015).

Masih dikatakan Genman, penanggulangan gajah liar harus dilakukan dengan komitmen bersama. “Masalah dana bukan menjadi kendala, namun proses anggaran dari pemerintah membutuhkan waktu,” ujar Kepala BKSDA Aceh.

Sebelumya, Sabtu 24 Januari 2015 salah seorang warga Desa Musarapakat, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Husna meninggal dunia setelah diamuk sekawanan gajah liar. Kejadian ini membuat warga setempat resah. [red]

To Top