Sosial

Eks Komandan GAM: Jangan Bunuh Din Minimi

Wali Nanggroe dan Mualem Diminta Cari Solusi Baik

ACEHTERKINI.COM | Peristiwa baku tembak antara mantan kombatan GAM, Nurdin bin Ismail Amat atau dikenal Din Minimi dengan aparat keamanan pada akhir Desember 2014 di Ladang Baro Julok Aceh Timur mendapat perhatian khusus dari mantan Komandan Operasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Meureuhom Daya yang akrab dipanggil Dan Ops Joel.

Kepada acehterkini, Senin (5/1/2015) Joel mengharapkan agar Nurdin atau Din Minimi jangan ditembak dan jangan di bunuh.

“Selama ini dia punya maksud baik dibalik pemberontakannya, Pemerintah dan Polisi semestinya mengambil jalan damai dengan Din Minimi, jangan tembak dia,” kata Joel.

Menurut Joel, mantan GAM yang seperti Din Minimi itu cukup banyak, hanya saja belum ditunjukkan. Suatu saat jika kesejahteraan mantan kombatan tidak diperhatikan secara khusus bukan tidak mungkin akan banyak seperti Din Minimi yang muncul.

“Benar, kita sudah tidak bicara GAM, tapi GAM itu dibangun untuk mendapatkan keadilan serta mengangkat harkat dan martabat orang Aceh. Semangat ini jangan kemudian kita lupakan begitu saja, ketika sebagian mantan GAM sudah menjadi pejabat penting di Aceh, sehingga lupa pada ide dasar perjuangan GAM tempo dulu,” Ungkapnya.

Masih menurut Dan Ops Joel, sikap orang Aceh kalau dikasari maka persoalan semakin bertindih-tindih, tidak bakal selesai. Maka oleh karena itu pemerintah harus memahami sifat bangsanya sendiri.

“Orang Aceh sudah lelah berperang, Din Minimi juga tahu itu, tapi kadang ketika maksud awal tidak lagi menjadi landasan pemikiran, justru sebaliknya yang terjadi. Kita lihat saja begitu jadi pejabat, ada uang, teman seperjuangan dilupakan malah istri sendiri juga dilupakan, lebih memilih kawin dengan orang luar yang tidak terlibat sedikitpun dengan perjuangan,” Papar Dan Ops .

“Wali Nanggroe, Gubernur Aceh, Mualem Muzakir Manaf (Ketua KPA Pusat) dapat memikirkan hal lain yang lebih baik untuk Din Minimi, Jangan buat munculnya Din Minimi baru di Aceh yang dalam menghambat proses pembangunan dan sesama Aceh akan berkonflik lagi,” pinta Joel penuh harap agar Nurdin Minimi jangan ditembak dan dicari solusi lain yang lebih bijaksana.

Sebelumnya Kapolda Aceh, Husein Hamidi menghimbau agar Din Minimi lebih baik menyerah sebelum dilakukan penggerebekan dan akhirnya tertembak. “Lebih baik menyerah, karena sudah meresahkan masyarakat,” kata Kapolda Aceh saat melakukan ekspose akhir tahun 2014. [Arif]

To Top