Hukum

Banding Ditolak, PT. Kallista Alam Dihukum Pengadilan Tinggi Bersalah

ACEHTERKINI.COM | Pengadilan Tinggi Banda Aceh menolak banding perusahaan kelapa sawit PT. Kallista Alam terkait kebakaran lahan gambut di Suak Bahong, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Kepala Pengadilan Tinggi Banda Aceh melalui Humasnya, Mahmud Fauzie dijumpai pekan lalu mengatakan Putusan PN Meulaboh nomor 131/Pid.Su/2013/PN MBO dan 133/Pid.Sus/2013/PN MBO tanggal 15 Juli 2014 dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

“Bandingnya kita tolak, PT. Kallista Alam atas nama korporasi dan managernya Khamidin Yoeusoef dihukum bersalah,” kata Mahmud Fauzie.

Putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh ini memperbaiki putusan PN Meulaboh yang menyatakan terdakwa Khamidin Yoesoef telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Membuka Lahan untuk Perkebunan Kelapa Sawit Dengan Cara Merusak Lingkungan Hidup Secara Berlanjut”.

PT Banda Aceh menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan hukuman penjara selama tiga tahun dan denda Rp 3 miliar . Apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 5 bulan.

Kemudian terhadap terdakwa atas nama korporasi PT. Kallista Alam hanya dikenakan pidana denda sebesar Rp 3 miliar.

“Kita akan eksekusi putusan ini setelah adanya putusan tetap dari Mahkamah Agung,” terang Mahmud Fauzie.

Putusan PT. Banda Aceh tanggal 19 November 2014 ini dipimpin oleh Hakim Tinggi, Wahidin SH. M.Hum bersama Subachron H Mulyono SH. MH dan Adi Dachrowi SA, SH, MH.

Menanggapi putusan PT. Banda Aceh ini, kuasa hukum PT. Kallista Alam, Firman Azuar Lubis mengatakan belum menerima salinan putusan tersebut. “Bagaimana kita mau kasih komentar, salinannya saja belum kita terima,” ujarnya saat dihubungi, 6 Januari 2015 lalu. [red]

To Top