Sosial

Bahas Banjir, DPRK Harap Perhatian Serius Pemerintah

ACEHTERKINI.COM | Kerusakan infrastruktur dan bangunan akibat bencana banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara menjadi perhatian khusus pemerintah setempat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK).

Penelusuran anggota Komisi D DPRK Aceh Utara yang dipimpin Samsuddin JS menyebtukan, hanya dua diantara 27 kecamatan yang tidak terkena imbas banjir.

Tak sedikit kerugian yang dialami masyarakat akibat musibah itu. Penanggulangan musibah banjir ini pun telah melibatkan hampir semua kalangan di Kabupaten Aceh Utara.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, banjir terparah berada di Kecamatan Lhoksukon, Langkahan, Cot Girek, Matang Kuli, dan Paya Bakong termasuk beberapa kecamatan lainnya.

Meluapnya sungai Arakundo, Aceh Timur telah merusak sebagian infrastruktur di Kecamatan Langkahan.

Begitu juga di Kecamatan Lhoksukon, Matang Kuli, Payang Bakong yang ikut mengalami hal yang sama setelah air menggenangi pemukiman warga akibat luapan air sungai dikawasan itu.

Anggota Komisi D DPRK Aceh Utara yang dipimpin oleh Samsuddin JS (Ketua Komisi), Hasanusi (Wakil Ketua Komisi), Junaidi (Sekretaris), dan 6 anggotanya yaitu H. Anwar Risyen, Tgk. Abdullah Ben Yunus, Ismail A. Rahman, H. Ismed Nur, AJ Hasan, S.Sos dan Misbahul Munir ST, serta Muhammad Wali meninjau dan melakukan pendataan langsung terhadap korban dan kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir tersebut.

Perbaikan infrastruktur akibat banjir ini disampaikan oleh salah seorang anggota Komisi D, yakni H. Anwar Risyen, pada Jum’at (16/01/2015).

Dikatakan dia, verifikasi terhadap musibah banjir itu dilakukan sejak Kamis (08/01/2015) lalu hingga Kamis (15/01/2015) kemarin.

Dari hasil verifikasinya terdapat sejumlah infrastruktur penting seperti irigasi, jembatan, tanggul termasuk saluran tambak dan ribuan hektar sawah mengalami kerusakan total.

“Kita harapkan iya kalau bisa sesegera mungkin diperbaiki, karena tidak sedikit juga kerusakan infrastruktur itu yang bisa ditangani sendiri masyarakat. Ini yang perlu diperhatikan,” kata H. Anwar Risyen.Yang diharapkan anggota DPRK adalah turun tangan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Salah satu jembatan yang patah di Langkahan akibat banjir [Jamal]

Salah satu jembatan yang patah di Langkahan akibat banjir [Jamal]

“Kita pikir-pikir kalau kita andalkan APBK (Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten), tentu tidak akan terpenuhi. Dari itu kita harap turun tangan penuh pemerintah,” ujar Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Ditanya soal solusi untuk perkara musibah banjir tersebut, anggota DPRK yang terpilih dari daerah pemilihan 6 ini berpendapat, setidaknya kedepan ini pemerintah Kabupaten Aceh Utara membuat suatu waduk di titik-titik tertentu.

“Mungkin masalah persoalan pembangunan waduk itu sudah dibicarakan oleh pemerintah,” kata H. Anwar Risyen menutupi pembicaraan dengan media ini. [Jamal]

To Top