Hukum

6 Orang Pengurus Gafatar Ditahan Polisi

ACEHTERKINI.COM | Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol, Zulkifli mengatakan pasca penggerebekan Organisasi Gafatar oleh warga di Lamgapang,7 Januari 2015 pihaknya kini sudah menahan enam orang pengurus.

“Sekarang masih dalam penyidikan, kita berkoordinasi dengan MPU dan Pemerintah Kota Banda Aceh, enam orang sudah ditahan,” kata Kapolresta saat mendampingi Kapolda Aceh pada pertemuan dengan Komisi I DPRA, Selasa (27/1/2015).

Kombes Pol Zulkifli mengatakan enam orang yang ditahan itu adalah pengurus Gafatar, orang Aceh, ada yang mahasiswa.

Sedangkan yang lainnya dilakukan pembinaan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh. “Kita pantau terus,” kata Kapolresta.

Menurutnya ada beberapa barang bukti berupa buku-buku ajaran Gafatar dan laptop.

Menanggapi masalah ini, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan pengurus Gafatar yang diduga membawa misi Milata Abraham harus mendapat hukuman berat.

“Sebenarnya pada kasus sebelumnya dengan sejumlah pelaku yang sama, sudah ada hukuman dan berkasnya pun sudah dinyatakan P21. Tetapi karena si pelakunya kabur setelah disyahadatkan, maka berkasnya dikembalikan,” kata Illiza di sela-sela peringatan Maulid Nabi di Masjid Ar-Rahman, Gampong Panteriek, Lueng Bata, Banda Aceh, Senin (26/1/2015) malam.

Illiza juga berharap nantinya saat menjalani hukuman, mereka tidak boleh disatukan dengan narapidana lain, tapi harus ada penanganan secara pendidikan.

“Peran Ulama diperlukan untuk membangun kesadaran mereka. Selama menjalani hukuman mereka harus mendapat bimbingan agama,” demikian Wali Kota Banda Aceh.

Sebelumnya Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyatakan, ajaran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), mencakup pemahaman, pemikiran, keyakinan, dan pengamalan gerakan ini kepada masyarakat adalah sesat dan menyesatkan.

Fatwa Nomor 1 Tahun 2015 ini diputuskan dalam Sidang Paripurna MPU Aceh di aula majelis tersebut, Kamis (22/1/2015) malam. [red]

To Top