Sosial

Warga Sepakati Panduan Kelola Rawa Tripa

ACEHTERKINI.COM | Salah seorang tokoh masyarakat di kawasan rawa gambut tripa, Ibduh sangat sependapat dengan rencana WALHI Aceh menyusun panduan pengelolaan rawa gambut tripa.

Hal itu disampaikan mantan Kepala Desa Sumber Bakti, Kecamatan Darul Makmur, Kabupatan Nagan Raya usai seminar mengkritisi panduan pengelolaan kawasan hutan gambut rawa tripa berbasis masyarakat.

“Panduan ini sangat baik untuk mengembalikan hak-hak ekonomi dan sosial masyarakat,” terang Ibduh.

Namun kata Ibduh, WALHI Aceh harus melakukan penelitian lebih lanjut terkait ada potensi lain di kawasan rawa tripa.

“Kita menemukan sumur gas di kawasan ini di Seuneuam IV, tapi sumur itu sudah ditutup, kita tidak ingin ada lumpur seperti Lapindo di Aceh,” terang Ibduh.

Selain itu kata Ibduh, banyak kekurangan kata juga harus diperbaiki kembali dalam panduan tersebut. Panduan itu juga disepakati oleh Ali, warga Kuala Seumayam dan Zakaria saat acara seminar berlangsung.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Nagan Raya melalui Kepala Pengawasan dan Pengendalian Hutan dan Perkebunan, Akmaizar mengatakan lahan 1.605 hektar yang sudah dijadikan kawasan lindung gambut oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dapat menjadi model banyak pihak jika warga setempat bisa mengelola kawasan tersebut dengan baik yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Penulis panduan pengelolaan rawa gambut tripa berbasis masyarakat, Sanusi M Syarif mengatakan buku ini sebagai panduan kepada masyarakat dalam pengelolaan kawasan gambut tripa.

“Kita akan perbaiki lagi kekurangnya,” ujar Sanusi.

Dalam panduan tersebut dijelaskan fungsi hutan gambut rawa tripa, potensi ekonomi dan ekologi kawasan rawa tripa dan agenda pengembangan model alternative pengelolaan kawasan gambut rawa tripa.

Seminar yang berlangsung satu hari penuh ini dihadiri hampir 200 orang peserta dari berbagai unsur baik dari pemerintahan, perusahaan, aparatur desa dan tokoh masyarakat di sekitar rawa tripa.

Kegiatan yang dipandu oleh Lukman Munur juga turut mengundang Tim Koalisi Penyelematan Rawa Tripa (TKPRT) dari Banda Aceh. [Adi]

To Top