Layanan Publik

Tatib Belum Selesai, Kinerja DPRA Lambat dan Buruk

ACEHTERKINI.COM | Forum Pengawasan Parlemen Aceh (Forsapa) menilai kinerja Parleman Aceh atau Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sangat lemah dan berkinerja buruk. Sejak Oktober 2014 dilantik sampai saat ini belum ada satu agenda pun yang dihasilkan.

Koordinator Forsapa, Abrar Muhammad Yus mengatakan kinerja parlemen dapat dikatakan lambat jika dilihat dari perkembangan dan capaian politik dalam kurun waktu awal hingga akhir November ini.

“Belum ada sebuah agenda parlemen yang berhasil dirampungkan padahal mereka telah dilantik lebih kurang dua bulan yang lalu dan ini akan berdampak buruk bagi masyarakat Aceh,” katanya dalam keterangan tertulis diterima acehterkini, Minggu (30/11/2014).

Lambatnya pembahasan dan pengesahan tatib dan juga pemilihan ketua definitif parlemen Aceh merupakan sebuah indikasi lemahnya kinerja anggota parlemen. Sehingga kami menilai citra parlemen Aceh berkinerja buruk.

kewibawaan lembaga parlemen Aceh juga dipertaruhkan di mata masyarakat, melihat komposisi anggota DPRA periode 2014-2019 banyak diisi oleh kalangan muda bahkan sebagian berasal dari kalangan mantan aktivis yang dulunya bersikap kritis terhadap parlemen Aceh seharusnya mereka ikut mendorong agar kinerja parlemen lebih maksimal.

Menanggapi hal itu, Abdullah Saleh anggota DPRA optimis pembahasan Tatib selesai pekan ini jika Menteri Dalam Negeri segera memberikan hasil evaluasi terhadap Tatib DPRA yang sudah diajukan dua minggu yang lalu.

“Ya kita tunggu hasil evaluasi Mendagri, kita optimis pekan ini selesai,” kata Abdullah Saleh saat dihubungi media ini tadi.

Ia mengakui lambatnya pembahasan Tatib ini sangat mempengaruhi pengesahan anggaran tahun depan atau APBA 2015. “Kita sudah perintahkan Sekretaris Dewan untuk menyurati Mendagri agar evaluasi Tatib DPRA dipercepat,” pungkas Abdullah Saleh.

Terkait Ketua dan Pimpinan DPRA serta kelengkapan dewan akan ditetapkan setelah Tata Tertib DPRA selesai. [red/ikh]

To Top