Lingkungan

Tambang Batu Giok Rusak Hutan Lindung Aceh

ACEHTERKINI.COM | Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh menemukan aktifitas tambang batu giok Aceh di Nagan Raya masuk dalam kawasan hutan lindung.

Direktur WALHI Aceh, Muhammad Nur mengatakan kawasan lindung di Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong, Nagan Raya rusak karena aktifitas tambang batu giok.

“Kita temukan ada sekitar 20 hektar hutan lindung rusak akibat aktifitas tambang batu akik tersebut,” ujar M. Nur dalam komperensi pers di Kantor Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Banda Aceh, Senin (22/12/2014).

Kerusakan itu terjadi karena pembangunan jalan yang memakai kawasan hutan lindung ditambah lagi dengan penggunaan alat berat untuk mengambil batu giok hingga merusak sumber air dan alur sungai di kaki Gunung Singgah Mata, Kabupaten Nagan Raya.

Pengelolaan sumber daya alam yang baik dapat diwujudkan dengan dukungan multi stakeholder dimulai dari pemerintah, LSM, akademisi dan masyarakat umum. “Pemerintah memegang kendali penting terkait kebijakan tentang pengelolaan sumber daya alam di Aceh,” ujar M. Nur.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Nagan Raya secara resmi sudah menutup penambangan batu giok di kawasan hutan lindung Pergunungan Singgah Mata. Bupati Nagan Raya, HT Zulkarnaini menutup lokasi penambangan batu giok pada Maret 2014.

“Tidak boleh ada lagi aktifitas di kawasan lindung Gunung Singah Mata,” kata bupati dikutip dari tribunenews.com. Orang nomor satu di Nagan Raya ini berjanji akan melakukan kajian terkait penambangan batu giok di kawasan hutan lindung. [red]

To Top