Hukum

Pj Gubernur dan Direksi PT. ML Dilaporkan ke KPK

Rambah Hutan di Aceh Tamiang, Negara Rugi Rp 53,4 Miliar

ACEHTERKINI.COM | Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA) menemukan adanya perambahan hutan di Aceh Tamiang dengan kerugian Negara mencapai Rp53 miliar lebih.

“Masalah ini sudah kita laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kita optimis KPK akan melakukan penyelidikan terhadap masalah ini,” kata Lais Abid dari ICW dalam jumpa pers di 3in1 café, Selasa (30/12/2014).

Ia menjelaskan ada dua tersangka yang kita laporkan yaitu penjabat Gubernur Aceh pada tahun 2012 dan Direktur Perusahaan ke KPK. “PT. ML buka lahan sejak 2007, izinya keluar tahun 2012,” kata Lais Abid.

“Perusahaan yang kita laporkan berinisial PT. ML,” katanya lagi.

Menurutnya perusahaan tersebut telah melakukan land clearing tanpa izin seluas 1.470 hektar dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di Aceh Tamiang.

Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA) menemukan angka kerugian Negara akibat praktek tersebut mencapai Rp53,4 miliar.

Bagus dari HAKA mengatakan kerugian tersebut dihitung berdasarkan tegakan kayu rimba campuran yang hilang mencapai 148.338 meter kubik dalam 1.470 hektar itu.

“Kita sangat hati-hati melakukan perhitungan terhadap kerugian Negara ini, awalnya kita laporkan ke KPK nilainya mencapai Rp58 miliar lebih tapi di kemudian hari kita hitung ulang sehingga angka yang benar mencapai Rp53,4 miliar, kita akan perbaiki laporan ini ke KPK,” sambung Lais Abid.

Kerugian Negara ini dihitung dari Provisi Sumber Daya Hutan dan Dana Reboisasi dengan acuan PP 12 Tahun 2014, Permendag No. 12 /M-DAG/Per/3/2012 jo. No. 12/M-DAG/Per/4/2012 berdasarkan Surat Edaran Menteri Kehutanan No. SE-3/Menhut-IV/BIKPHH/2014 Tentang Penetapan Harga Patokan. [fh]

To Top