Sosial

Perdamaian Aceh Sudah Digagas Sebelum Tsunami

ACEHTERKINI.COM | Usai membuka acara seremonial peringatan 10 tahun Tsunami, Jusuf Kalla menerima dua buah buku yang ditulis oleh Fenty Effendi yaitu Ombak Perdamaian dan Farid Husein “50 Pesan Kemanusian” di Pendapa Gubernur Aceh usai Shalat Jum’at (26/12/2014).

Jusuf Kalla menjelaskan tidak banyak yang tahu bahwa Panglima TNI saat itu Endriartono Sutarto justru yang paling mendukung perdamaian segera terwujud di Aceh pada 15 Agustus 2005 lalu.

“Tidak ada yang ingin rakyat dan prajurit TNI menjadi korban saat itu,” kata Jusuf Kalla dilansir dari situs wapres.go.id.

“Mempercepat rehab rekon Aceh pasca tsunami, Karena perdamaian sudah mulai digagas sebelum bencana tsunami,” kata Jusuf Kalla.

Ditambahkan Wapres, rehabilitasi tidak dapat berjalan lancar jika perdamaian belum dapat diwujudkan di Aceh, karean semua orang mendapat bahaya saat keluar kota.

Proses tsunami kata Jusuf Kalla dibagi tiga tahap yaitu, tanggap darurat, rehabilitasi dan tahap membangun. “Tanpa keamanan tidak mungkin,” ujarnya.

“Saya laporkan ke Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 6 bulan setelah tanggap darurat bahwa Aceh harus segera berdamai. Karena itulah mulailah tahap perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan RI,” katanya.

Buku Ombak Perdamaian, ucap Wapres, hanya menceritakan tsunami selama 72 jam pertama, karena 3 hari pertama adalah saat genting.

Untuk itu, Wapres meminta Menteri Kesehatan saat itu, Siti Fadilah Supari untuk menghidupkan semua rumah sakit di Aceh, karena dalam 3 hari pertama setelah bencana akan timbul penyakit, bahkan juga kerusuhan.

“6 hari pertama gagal, maka menimbulkan masalah besar,” demikian Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. [red]

To Top