Politik

Konflik Partai Aceh Harus Libatkan Tokoh Ulama

ACEHTERKINI.COM | Persoalan internal yang terjadi ditubuh Partai Aceh (PA) harusnya segera diselesaikan. Namun, untuk mencapai titik temu masalah ini, para petinggi partai lokal tersebut diminta untuk melibatkan kalangan para ulama.

Begitu disampaikan Nai Safuri (42), salah seorang eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang baru pulang dari Negara Australia. Sosok tokoh eks GAM yang dikenal dengan Nai Tangse ini menginginkan jalan terbaik dalam memecah persoalan internal yang terjadi dalam partai tersebut.

“Kita sangat perihatin sekali mengenai kejadian di gedung DPRA belum lama ini. Kita harus menghargai, menghormati orang-orang yang telah mendukung kita untuk menjadi dewan. Jadi kalau kita sudah kehilangan arah, sebaiknya kembali meminta solusi pada orang-orang itu (para ulama),” kata dia, saat berbincang dengan media ini, Selasa (23/12/2014).

Seperti diketahui, belum lama ini, ada kejadian memalukan antara internal Partai Aceh di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh saat rapat paripurna pembahasan alat perlengkapan DPRA. Dimana para petinggi partai tidak sepaham dalam pengangkatan ketua DPRA. Kericuhan pun tak terhindarkan.

Dalam hal ini, para Tuha Peut (Petinggi-Red) Partai Aceh seperti dr. Zaini Abdullah, Zakaria Saman, termasuk Wali Nanggroe Aceh Tgk Malek Mahmud Al-Haytar diminta untuk lebih serius lagi menangani masalah tersebut.

“Kepada mereka (nama-nama diatas), untuk serius membangun komunikasi yang baik antara partai, masyarakat dan sebagainya,” terang Nai Tangse. Jika saja persoalan ini tidak selesai, sambung dia, lebih para petinggi Aceh mundur saja dari jabatannya. [Jamal]

To Top