Sosial

Hadapi MEA, Fachrul Razi Bekali Mahasiswa Pantai Barat Aceh

ACEHTERKINI.COM | Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015 diambang pintu. Senator Aceh, Fachrul Razi M.I.P membekali ratusan mahasiswa Aceh Jaya dan pantai barat Aceh dalam seminar Leadership dan Entrepreneurship dalam menghadapi ekonomi asean 2015 di Hotel Lading, Sabtu (13/12/2014).

Bekal yang diberikan Intelektual Muda yang kini menjadi Wakil Ketua Komite I DPD RI ini adalah bagaimana supaya mahasiswa(i) mempersiapkan diri menghadapi MEA tahun 2015.

“Kita harus siap, modal minimal adalah membangun kepercayaan, berfikir positif dan cerdas dalam menghadapi tatangan global di masa depan,” kata Fachrul Razi disambut antusias mahasiswa Aceh Jaya dan sebagian dari Aceh Barat dan Aceh Barat Daya.

Bak “Mario Teguh” posisinya tetap berdiri, menggengam mix, Fachrul Razi terus membakar semangat, memotivasi agar mahasiswa di pantai barat Aceh ini benar-benar menjadi generasi yang membawa Aceh Gemilang di masa depan.

“Kekuatan kita ada MoU Helsinki, punya perdamaian, ada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh, ini tidak dimiliki oleh provinsi lain di Indonesia, mari ajak semua saudara kita di kampung untuk melanjutkan pendidikan, mahasiswa harus berjuang untuk mencerdaskan rakyat Aceh, kita punya Otsus, ini kesempatan mendongkrak pendidikan Aceh,” kata Fachrul Razi disambut tepuk tangan mahasiswi dan mahasiswa pantai barat Aceh.

MEA 2015, Fachrul meminta agar mahasiswa(i) menyiapkan minimal satu bahasa asing yang harus dikuasai. Berpendidikan minimal S-1 dan memiliki kreatifitas, keahlian dan kewirausahaan menjadi modal menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015.

Untuk diketahui, Negara-Negara Asean meliputi Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Filipina, Laos, Kamboja, Vietnam, Singapura dan Mnyamar.

MEA ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat dan bisa menyaingi China dan India. Penanaman modal asing sangat dibutuhkan untuk lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.

Fachrul Razi mengatakan di Indonesia ada provinsi yang daerahnya cukup miskin tapi penganggurannya sedikit, itu ada di Papua dan Papua Barat.

Kemudian ada daerah yang penganggurannya dan kemiskinannya rendah yaitu di Bali. Lalu kemiskinan rendah dan pengangguran tinggi itu ada di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Nasib Aceh, pengangguran banyak dan kemiskinan juga banyak, inilah tantangan kita kedepan, berfikir cerdas membangun Aceh yang lebih bermartabat,” kata Fachrul Razi.

Pembentukan MEA nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasanya dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi semakin ketat.

“Pergi ke Asean sudah tidak perlu lagi Pasport, perlu kita siapkan modal menguasai satu bahasa asing,” tandas Senator Aceh kepada mahasiswa(i) agar terus menyiapkan bekal masa depan yang lebih baik. [red]

To Top