Hukum

Gangguan Kamtibmas dan Narkoba di Aceh Menurun

ACEHTERKINI.COM | Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Aceh mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013. Catatan akhir tahun Kepolisian Daerah Aceh, gangguan kamtibmas tahun 2014 di Aceh terjadi sebanyak 10.099 kasus.

Kapolda Aceh, Irjen Pol. Husein Hamidy mengatakan secara umum kondisi di Aceh sangat kondusif. Jumlah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat mengalami penurunan dari 10.504 di tahun 2013 menjadi 10.099 di tahun 2014.

“Ada penurunan sebanyak 405 kasus gangguan Kamtibmas,” ujar Kapolda Aceh dalam ekpose akhir tahun 2014, Rabu (31/12/2014) pukul 11.00 wib.

Kasus yang paling tinggi ditangani Polda Aceh sepanjang tahun 2014 adalah Pencurian Sepeda Motor (Curanmor) sebanyak 1.518 kasus. Kasus ini juga menurun dibandingkan tahun 2013 dengan 1.691 kasus Curanmor.

Penggunaan narkoba di Aceh juga mengalami penurunan dari tahun 2013 sebanyak 1.075 kasus menjadi 943 kasus narkoba di tahun 2014.

Namun penemuan barang bukti ganja tahun 2014 lebih besar yaitu 62,192 kilogram dibandingkan tahun 2013 hanya 35.894 kilogram.

Sedangkan untuk penemuan ladang ganja lebih sedikit dari 155 hektar di tahun 2013 menjadi 38,5 hektar di tahun 2014. “akhir tahun ini, 29 Desember 2014, TNI dari Kodim 0103 Aceh Utara menemukan 15 hektar ladang ganja siap panen di Dusun Cot Mancang, Gampong Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara atau di Buket Urong Glanteung,” ujar Kapolda Aceh.

Jumlah tersangka juga mengalami penurunan di tahun 2014 hanya 502 orang dibandingkan 2013 sebanyak 586 orang tersangka.

Kapolda Aceh, Irjen Pol. Husein Hamidy menjelaskan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh pada tahun 2015 diprediksikan akan terus bergolak.

Kasus sengketa lahan perkebunan antara masyarakat dan perusahaan akan terus terjadi. Aksi protes terhadap Qanun Lembaga Wali Nanggroe dan unjuk rasa yang dilakukan masyarakat dan LSM akibat janji-janji masa kampanye yang tidak ditepati juga diprediksikan terjadinya gangguan Kamtibmas tahun 2015 di Aceh.

Ditambahkan Kapolda, masih adanya senjata api yang beredar saat ini juga dapat menganggu ketertiban dan keamanan masyarakat Aceh di tahun 2015. [fh/jamal]

To Top