Sosial

Fachrul Razi Temukan Banyak Persoalan SDA di Aceh Barat

Reses DPD RI

ACEHTERKINI.COM | Melakukan tugas ke Kabupaten Aceh Barat, 25 Desember 2014, Wakil Ketua Komite I DPD RI, Fachrul Razi menemukan banyak persoalan Sumber Daya Alam (SDA) di sektor Perkebunan dan Pertambangan.

Dijumpai acehterkini, Fachrul Razi mengatakan akan membawa aspirasi masyarakat yang sedang bersengketa dengan perusahaan di Aceh Barat dalam rapat DPD RI dan untuk seterusnya akan disampaikan kepada Pemerintah Aceh dan Kabupaten Aceh Barat agar masalah tersebut dapat diselesaikan.

“Ini aspirasi rakyat agar masalah yang berlarut-larut ini dapat terselesaikan,” katanya sembari mengatakan masyarakat sudah menjadi penonton, bukan menjadi shareholder.

Di Perusahaan Perkebunan PT. SIR (Sari Inti Rakyat), Fachrul Razi menemukan adanya persoalan konflik pertanahan antara masyarakat dengan perusahaan.

Menurut warga setempat, PT. SIR belum memberikan keuntungan kepada rakyat yang tinggal di dearah sekitar.

“Warga meminta agar tanah yang dikuasai PT. SIR dicabut izin dan dikembalikan kepada masyarakat, persoalan ini akan kita sampaikan kepada Pemerintah Aceh dan kabupaten,” kata Fachrul Razi yang membidangi masalah pertanahan di Komite I DPD RI.

Fachrul Razi di kawasan gunungan batu bara PT. MIFA Bersaudara di Aceh Barat, 25 Desember

Fachrul Razi di kawasan gunungan batu bara PT. MIFA Bersaudara di Aceh Barat, 25 Desember

Kemudian saat mengunjungi PT. MIFA Bersaudara, Fachrul Razi menemukan masih banyak masyarakat lokal menjadi “budak” dalam perusahaan tersebut.

“Masyarakat lokal hanya menjadi Satpam, sedangkan pekerja strategis dan pengambil kebijakan semuanya masyarakat luar daerah,” ujarnya.

Di daerah pertambangan, kata Fachrul Razi masih terdapat perkampungan masyarakat miskin. Bahkan masyarakat hanya menikmati debu.

“Ini sangat berbahaya sekali bagi kesehatan generasi muda disana. Tidak ada fasilitas kesehatan dan pendidikan secara gratis melalui CSR-nya perusahaan batu bara tersebut,” tandas Fachrul Razi geram.

“Perusahaan tambang di Aceh Barat belum menguntungkan rakyat,” kata anggota DPD RI yang menjadi pilihan rakyat Aceh ini.

Katanya, setelah mengunjungi PT. MIFA Bersaudara ini banyak hal yang harus dievaluasi lagi, terutama masalah tenaga kerja, CSR perusahaan, kepemilikan tanah dan manfaat untuk daerah serta persoalan lingkungan. [red]

To Top