Hukum

Brimob Disebut Dalam Pidana Lingkungan PT. DPL

ACEHTERKINI.COM | Keterlibatan oknum Kepolisian dari satuan Brimob disebut-sebut oleh saksi fakta dalam perkara pidana Manager PT. Dua Perkasa Lestari (DPL) di Pengadilan Negeri Tapak Tuan, Selasa (16/12/2014).

Saksi fakta yang juga pekerja perusahaan kelapa sawit di Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya ini menyebutkan anggota Brimob memberikan pelatihan kepada satgas pemadam api PT. DPL.

“Perusahaan punya Satgas Pemadam Api yang dilatih oleh Brimob, setiap bulan dilatih ada tujuh orang Brimob,” kata Wardi dalam keterangan saksi faktanya.

Sementara itu saksi fakta yang lain, Ujang Satria juga staf PT. DPL membenarkan kebakaran terjadi pada Maret 2012 seluas 71 hektar. Kemudian kebakaran terjadi lagi pada Juni 2012 seluas 170 hektar di areal PT. Dua Perkasa Lestari (DPL).

“Pembukaan lahan dikerjakan pada tahun 2012 sebelum terjadinya kebakaran. Kebakaran terjadi di Afdeling II yang sedang dikerjakan kontraktor PT. Muda Jaya Group belum ada tanaman masih lahan kosong,” terang Ujang Satria.

Pidana lingkungan nomor 88/Pid.sus/2014/PN TTN ini dilanjutkan setelah Ketua Majelis Hakim, Rahma Novatiana SH bersama hakim anggota Azhary Prianda Ginting SH dan Khairu Rizky SH menolak semua eksepsi terdakwa Mujiluddin salah seorang manager PT. Dua Perkasa Lestari pada 2 Desember 2014 lalu.

Terdakwa dijerat melanggar Pasal 108 jo Pasal 69 ayat (1) huruf h Jo Pasal 116 ayat (1) huruf b UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Kemudian Pasal 48 ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan.

Masalah itu ditanggapi terdakwa Mujiluddin. Disaat sidang diskor, terdakwa membenarkan persoalan tersebut.

“Yang latih petugas Brimob yang menjaga kebun, ada empat orang,” katanya didampingi kuasa hukumnya Dedy Kurniadi SH dan Akhmad Johari Damanik SH.

Mujiluddin mengatakan pihak perusahaan juga pernah menangkap pelaku pembakaran lalu diserahkan ke Polsek Babahrot, tapi dua hari kemudian di lepas lagi.

Secara terpisah Humas Polda Aceh, Gustav Leo saat diminta tanggapannya terkait hal ini mengatakan boleh-boleh saja.

“Tergantung, kalau atas pribadi dan dia punya keahlian memadamkan api, itu boleh-boleh saja melatih pekerja perusahaan bagaimana memadamkan api, tapi kalau atas nama dinas itu harus ada izin dari pimpinan,” kata Humas Polda Aceh.

Tugas polisi adalah memberikan pelayanan kepada siapa saja, syaratnya jika ada gangguan atau perusahaan tersebut merasa tidak nyaman maka Polisi boleh memberikan pengawalan, tapi harus ada MoU atau kerjasama tertulis dan diketahui oleh Kapolda Aceh kemudian turun ke Karo Ops untuk diteruskan kepada pimpinan Brimob.[red]

To Top