Ekonomi

APBK 2015 Aceh Tenggara Rp955 Miliar Lebih

Asset Daerah Harus Dikelola Professional

ACEHTERKINI.COM | Bupati Aceh Tenggara, Hasanuddin Beruh bersama DPRK akhirnya menyepakati Qanun APBK 2015 Aceh Tenggara sebesar Rp955.477.158.671.

Pengesahan APBK 2015 ini dilakukan dalam Sidang Paripurna DPRK Aceh Tenggara, Rabu, 17 Desember 2014.

Fraksi Partai Hanura mengusulkan agar asset daerah dievaluasi kembali. “Asset menjadi sumber pendapatan bagi daerah,” kata Jamudin Selian, Jum’at (19/12/2014).

Jamudin berharap agar Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mengelola asset daerah dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Termasuk puluhan kios pasar buah yang dibangun di Kompleks Pelajar Babussalam yang hingga kini belum memberikan pendapatan bagi daerah, konon hanya beberapa pintu saja yang dimanfaatkan,” ujarnya.

Jamudin menambahkan asset lain yang dimiliki Agara adalah objek wisata Ketambe yang tidak dikelola dengan baik. “Banyak infrastruktur dalam wisata ketambe itu yang tidak terawatt,” bebernya.

Masalah tersebut,mulai dari kelangkaan pupuk bagi petani,system distribusi yang selama ini cenderung member peluang pada spekulan untuk menyalurkan pupuk pada pihak tertentu yang tidak berkepentingan,demikian juga bidang lain seperti kelangkaan dan mahalnya Elpiji yang telah lama berlangsung tanpa jalan keluar.

Jamudin menyoroti masalah pertanian yang menyusutnya luas lahan persawahan dan pertanian akibat alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan perkantoran. “Perlu dibuatkan Qanun tentang alih fungsi lahan,” katanya.

Roy Darwan dari Fraksi Partai Demokrat mengatakan Pemerintah Agara belum mampu mensejahterakan petani.

“Sangat disayangka, masih terjadinya kelangkaan pupuk bagi petani, tidak hanya itu elpiji juga sudah mulai langka di Aceh Tenggara,” demikian Roy Darwan. [Carep-Aditya]

To Top