Hukum

69 Kasus Korupsi di Aceh Diusut Kembali

ACEHTERKINI.COM | Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Tarmizi berkomitmen akan mengusut kembali 69 kasus korupsi yang pernah mengendap di Aceh. Hal ini menyusul instruksi Jaksa Agung, HM Prasetyo, Rabu (10/12/2014).

Tarmizi mengatakan kasus-kasus tersebut diminta untuk diusut kembali dan bila terdapat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) diminta untuk segera seret ke pengadilan.

“Datanya jangan diminta sekarang. Ini kami buka saat ekspos kinerja tahun ini di akhir tahun atau awal tahun 2015,” kata Tarmizi.

Meskipun Tarmizi enggan memberi data kasus tersebut, namun dia sempat memberitahu beberapa item, di antaranya pengadaan kerbau di Aceh Tenggara tahun 2007, kasus Kertas Kraff Aceh (KKA) 2008, kasus pembangunan rumah di Simeulue tahun 2007, kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kabupaten Simeulue tahun 2005 Rp 3,9 miliar, kasus dana hibah di Simeulue tahun 2002 Rp 42 miliar dan penyelewengan dana APBD Aceh tahun 2002 Rp 4,5 miliar.

Dikatakan, pengusutan kembali kasus ini atas perintah Jaksa Agung RI yang baru. Hasil telaah, katanya, untuk jajaran kejaksaan di Aceh ada 69 kasus yang tertunggak, sebagian besar ditangani jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari).

Menurut Tarmizi, apabila dalam pengusutan nantinya ditemukan bukti kuat terjadi merugikan keuangan negara, pihaknya langsung akan memproses hukum pelakunya dan menetapkan menjadi tersangka.

“Dua alat bukti pendukung saja, langsung kami limpahkan ke pengadilan,” tegas Tarmizi.

Penanganan kasus tunggakan ini, tambahnya, menjadi prioritas kerja tim penyidik jajaran Kejati Aceh, di samping mengusut korupsi-korupsi baru yang kini sedang ditangani baik Kejari maupun Kejati Aceh. [red/merdeka]

To Top