Sosial

10 Tahun, Persoalan Korban Tsunami Belum Selesai

ACEHTERKINI.COM | Meskipun sudah 10 Tahun berlalu, namun persoalan korban tsunami masih belum selesai. “ada beberapa korban tsunami memberikan laporan dengan berbagai keluhan,” kata Kepala Ombudsman Aceh, Taqwaddin Husin, Kamis (25/12/2014).
Dikatakan oleh Taqwaddin keluhan yang paling banyak terkait belum adanya rumah dan ganti rugi lahan.
Sebagai Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik, Ombudsman RI menerima setidaknya 5 Laporan terkait nasib 1.500 korban tsunami dalam tahun 2014.
Diantaranya laporan dari masyarakat Deah Mamplam, Leupung, Aceh Besar terkait perumahan yang ditempati oleh 333 Kepala Keluarga (KK) yang belum diganti rugi tanah tempat rumah bantuan yang mereka tempati.
Kemudian laporan dari 123 KK yang belum pernah menerima bantuan di Ulee Lheu.
Selanjutnya dari penghuni Barak Bakoy, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar yang mengaku rumah bantuan untuk mereka diserobot oleh orang lain.
“Dalam pertemuan terakhir untuk kasus Leupung, Pemkab Aceh Besar sudah komit menyelesaikan, Ombudsman akan monitoring. Begitu juga dgn masalah Ulee Lheue dan Barak Bakoy, tetap akan kami tindak lanjuti. Kita minta pemkab untuk serius menyelesaikan,” jelas Taqwaddin.
Taqwaddin juga menyatakan bahwa pihaknya sudah menyurati pihak-pihak terkait untuk bisa menyelesaikan segera persoalan-persoalan tersebut.
“Sudah 10 tahun, sangat disayangkan kalau berlarut-larut lagi. Secepatnya harus ada solusi,” lanjut Taqwaddin yg didampingi oleh Rudi Ismawan, Asisten bidang Pengawasan. [red]

To Top