Sosial

WALHI : Disinyalir Dana REDD Buat Jalan-Jalan dan Seminar

ACEHTERKINI.COM | Ketidakjelasan isi MoU Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD) yang baru ditandatangani antara Pemerintah Aceh dengan BP REDD Indonesia ini juga dikecam oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh.

Dikatakan Direktur WALHI Aceh, Muhammad Nur bahwa MoU REDD yang ditandatangani di Aceh pada Senin (17/11/2014) tidak jelas dan sangat bias.

“Tidak ada sebutan berapa jumlah dana yang diterima Aceh dalam pelaksanaan MoU tersebut, sementara sumber dananya jelas dari Pemerintah Norwegia,” katanya.

Data yang ditemukan WALHI Aceh menyebutkan ada banyak item kegiatan yang akan dilakukan dalam pelaksanaan MoU REDD itu.

“Kita mensinyalir dana tersebut hanya digunakan untuk jalan-jalan dan buat seminar saja,” kata Muhammad Nur.

Sebelumnya Deputi Operasional REDD Plus Indonesia, Wiliam Sabandar kepada acehterkini di Hotel Pade, Senin (17/11/2014) mengatakan komitmen MoU REDD ini untuk 11 provinsi di Indonesia.

“Sumber dana untuk pelaksanaanya dari Pemerintah Norwegia sebesar USD170 Juta,” demikian Wiliam Sabandar.

Secara terpisah, dihubungi acehterkini, Kamis (20/11/2014) Penasehat Serikat Mukim Aceh Jaya, Anwar Ibrahim juga menilai REDD di Aceh tidak bermafaat bagi masyarakat Adat.

“Saya sudah banyak sekali mengikuti acara REDD di Aceh, diundang ke hotel-hotel mewah, makan enak, hanya itu saja sementara manfaat untuk masyarakatnya tidak ada,” kata Anwar Ibrahim singkat. [red/*]

To Top