Layanan Publik

Tarif Angkutan Tidak Berlaku untuk Bus di Aceh

ACEHTERKINI.COM | Tarif Angkutan Antar Provinsi (AKAP) yang dikeluarkan melalui SK Menteri Perhubungan tidak berlaku untuk Mobil Bus di Provinsi Aceh.

“Ini berbeda dengan provinsi lain, karena bus di Aceh sudah tidak ada yang ekonomi lagi,” kata Musni Hafas, pengamat transportasi darat, laut dan udara Provinsi Aceh.

Musni Hafas mengatakan yang menentukan tarif angkutan antar provinsi itu masing-masing pengusaha angkutan.

“Pemerintah hanya menetapkan tarif angkutan antar provinsi untuk jenis bus ekonomi atau yang Non-AC, di Aceh tidak ada lagi bus ekonomi,” katanya.

Wakil Ketua Organda Aceh, Ahmad Ranto membenarkan pernyataan tersebut. Kepada acehterkini, Jum’at (21/11/2014) ia mengatakan pengusaha bus di Aceh dibebaskan mengatur tarifnya sendiri.

“Kita harapkan kenaikanya tidak terlalu tinggi atau di bawah 20 persen,” pinta Ahmad Ranto.

“Di Aceh tidak ada bus ekonomi, namun pengusaha bus juga tidak bisa se-enaknya saja menaikkan tarif, harus lihat kemampuan daya beli masyarakat atau permintaan pasar,” katanya.

Menurut Ahmad Ranto saat ini ada 200-an unit bus yang masuk dalam katagori mewah yaitu Kurnia Group, Putra Pelangi, Simpati Star, PM.TOH, Sanura, Harapan Indah dan lain sebagainya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Martin, pengusaha Kurnia Group. Dikatakannya, kenaikan tarif angkutan Banda Aceh-Medan-Padang dan Jakarta itu kebijakan perusahaan sendiri.

“Kita naikkan 20 persen, misalnya Bus bangku 21 Nonstop dari harga Rp230.000 naik menjadi Rp250.000 Banda Aceh – Medan, sudah berlaku sejak 19 November 2014 atau satu hari pasca kenaikan harga BBM,” katanya.

Tapi kata Martin, tarif tersebut masih bisa disesuaikan lagi. “Sangat tergantung kondisi dan permintaan pasar,” demikian Martin. [Dar]

To Top