Lingkungan

REDD di Aceh, WALHI Kecam Pemerintah Norwegia

ACEHTERKINI.COM | Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh mengecam sikap Pemerintah Norwegia dan Badan Pelaksana Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD) Plus Indonesia terkait pelaksanaan program penurunan emisi di Aceh.

Direktur WALHI Aceh, Muhammad Nur mengatakan hingga tahun 2014 pengurangan hutan Aceh melebihi angka 983,741 hektar. Kemudian Pemerintah Aceh dan BP REDD Indonesia melakukan MoU kegiatan REDD di Aceh. “Ini sangat kontradiksi,” kata M. Nur kepada acehterkini, Kamis (20/11/2014).

Ia menjelaskan masyarakat Aceh lebih memahami pengelolaan hutan berbasis kelestarian bukan konsep yang ditawarkan REDD Plus dengan notabene penjualan karbon melalui penurunan emisi.

“Kita mempertanyakan komitmen dari MoU REDD itu,” tutur M. Nur.

Disisi lain kata M. Nur, rencana tata ruang Aceh juga masih dilakukan judicial review di Mahkamah Agung. Ini dilakukan WALHI untuk menyelamatkan lingkungan atas kegagalan pemerintah dalam menjaga 3,5 juta hektar hutan dan ada banyak ruang untuk berbagai kepentingan pembangunan jalan.

“Artinya Pemerintah Norwegia tidak memahami persoalan ini, RTRWA Aceh masih disengketakan,” tegas Direktur WALHI Aceh. [red/*]

To Top