Sosial

Rawa Tripa Banjir, Gubernur Aceh ke Jakarta Diprotes

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah Aceh diminta serius memperhatikan nasib masyarakat yang terisolir akibat banjir di sejumlah tempat di Aceh. Terutama di areal hutan lahan gambut Rawa Tripa di Pantai barat Aceh.

Andika Muttaqin, Ketua Sarekat Pemuda Aceh (SAPAt) menyesalkan sikap Gubernur Aceh, Zaini Abdullah yang lebih memilih pergi keluar Aceh daripada mengunjungi tempat yang dilanda bencana banjir.

“Kalau gubernur ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat Aceh Barat Selatan (ABAS) seharusnya daerah yang musibah banjir dikunjungi. Beda kehadiran BPBA, kalau gubernur ibarat seorang ayah bagi masyarakat dalam sebuah provinsi,” kata Andika dalam keterangannya kepada acehterkini, Selasa (4/11/2014).

“Gubernur Aceh harus ingat, menjadi pemimpin itu bukan sekedar menjadi pengelola birokrasi tapi juga harus menjadi pengelola “public mood” yang baik,” katanya.

Andika menyayangkan lambannya penanganan banjir di kawasan rawa tripa Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya yang menyebabkan 1.200 Kepala Keluarga masih terkurung banjir dan ratusan ternak mati.

Kepala Desa Alu Kuyun, Suwardi juga mengakui dalam pesan singkatnya, Selasa (4/11/2014) saat ini warganya masih terkurung banjir.

“Kita harus belajar bergerak cepat, karena Aceh memang sudah sangat sering dilanda bencana Alam, kalau masyarakatnya lambat sadar maka pemerintah jangan ikut-ikutan lambat,” Andika mengakhiri.

Sebelumnya saat menggelar pertemuan di Pendapa Gubernur, Minggu (2/11/2014) malam, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengatakan berangkat ke Jakarta pada Senin (3/11/2014) untuk beberapa hari menjumpai Pemerintahan Indonesia yang baru.

Saat itu kondisi lintas barat Aceh mengalami bencana longsor dan banjir terparah. Hingga berita ini diturunkan sebagian daerah di Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Abdya air sudah mulai surut. [red]

To Top