Sosial

Mahasiswa Minta Sosialisasi UUPA Ditingkatkan

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah mahasiswa dan pemuda Aceh meminta agar Pemerintah Aceh melakukan sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh (UU PA) kepada masyarakat yang berada di pelosok desa.

Hal tersebut diungkapkan para mahasiswa dan pemuda Aceh dalam temu ramah dengan Senator DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi M.I.P, Minggu (9/11/2014) malam di Café Ulee Lheue.

Tjut Ika Mauliza, Mahasiswi FKIP berharap UU PA tidak hanya untuk pemerintah dan orang-orang tertentu saja dengan agenda-agenda tertentu. “UU PA harus bisa dipahami oleh masyarakat yang berada di pelosok desa,” kata dia berharap agar UU PA bisa ditingkatkan sosialisasinya dan para pejabat segera intropeksi diri.

“Banyak masyarakat desa yang masih belum paham dengan UU PA, kami hanya tahu di spanduk-spanduk setiap Pemilu 5 tahun sekali,” kata Mahasiswi asal Matangkuli, Aceh Utara ini.

Hal yang sama juga dikatakan Putra Rizki Pratama dari Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Kota Sabang. Dikatakan Rizki, UU PA belum menjadi milik bersama masih menjadi milik segelintir orang.

“Orang-orang di kampung tidak paham, mahasiswa juga ada yang tidak paham, apa itu UUPA tidak tahu,” katanya.

UU PA sebaikanya kata Putra harus menjadi milik bersama, milik orang Aceh. “Kita berharap agar DPD, DPR RI duduk satu meja perjuangkan UU PA,” ujar Mahasiswa Jurusan Elektro ini.

Pemuda Aceh, Fauzul Husni juga menyampaikan harapan yang sama. Sosialisasi UU PA perlu ditingkatkan lagi.

“Sebaiknya libatkan mahasiswa dan pemuda Aceh dalam mensosialisasikan UU PA ke tingkat masyarakat,” kata Fauzul.

Menanggapi hal tersebut, Senator DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi mengatakan permasalahan kenapa UU PA belum selesai ada beberapa faktor yang salah satunya adalah lemahnya komunikasi politik antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Pusat.

“Dalam berkomunikasi tidak baik dengan emosional, bangun komunikasi agar orang menjadi simpatik, ini menjadi kendala sebelumnya. Kita ingin bangun kedepan adalah komunikasi politik dan lobi-lobi politik dengan Pemerintah Pusat,” demikian Fachrul Razi M.I.P. [khu]

To Top