Hukum

LSM Bersaksi, Pengacara PT. SPS-2 Ditegur Hakim

ACEHTERKINI.COM | Ketua Majelis Hakim, Rahmawati SH menegur Pengacara PT Surya Panen Subur (SPS)-2 karena melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak ada relevansinya dengan pokok perkara terkait kebakaran di lahan gambut dalam persidangan Rabu, (12/11/2014) di Pengadilan Negeri Meulaboh.

Amatan media ini, Halim Gurning dari Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) diambil keterangan sebagai saksi fakta sampai pukul 18.25 wib dalam perkara nomor 53/Pid.Sus/2014/PN MBO.

Ia dicecar pertanyaan-pertanyaan terkait program kerja, struktur organisasi dan donasi YEL oleh Penasehat Hukum PT. Surya Panen Subur (SPS)-2.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmat Nur Hidayat SH sempat memohon izin kepada Majelis Hakim meminta agar Penasehat Hukum PT. SPS tidak menyampaikan pertanyaan yang tidak ada kaitannya dengan perkara.

Penasehat Hukum, Endar Soemarsono tetap melanjutkan pertanyaan-pertanyaan kerja YEL di Nagan Raya karena dinilai tetap ada hubungannya,

“Ya, pertanyaan ini akan mengarah ke dalam perkara ini,” kata Endar Soemarsono.

Halim Gurning ditanya bagaimana asal usul Rawa Tripa dan apa saja kerja-kerja YEL di Nagan Raya termasuk jumlah donasi dan berapa gaji yang dibayar kepada Halim Gurning.

Pengacara yang lainnya Trimoelja D. Soerjadi juga bertanya siapa saja orang-orang asing yang membantu YEL untuk kegiatan di Rawa Tripa.

Dengan tenang, Halim Gurning menjawab bahwa YEL sangat konsen dengan lingkungan. Selain bertugas mendampingi masyarakat sejak pasca tsunami, YEL juga berkerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam menjalankan program-program kemasyarakatan.

“Kami membangun rumah sakit Nagan Raya, melakukan pendampingan masyarakat terkait pilot project kelapa sawit dengan pupuk organik dan membangun MCK,” kata Halim.

Jawaban Halim belum memuaskan Penasehat Hukum PT. SPS-2. Trimoelja berulang-ulang menanyakan bagaimana struktur YEL.

Ketua Majelis Hakim, Rahmawati SH menegur penasehat hukum PT. SPS-2 agar memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan perkara. Majelis juga meminta Halim Gurning agar menjawab yang diketahui.

Halim Gurning juga diperlihatkan foto-foto orang asing oleh penasehat hukum PT. SPS-2.

Terhadap keterangan saksi Halim Gurning, para direksi PT. SPS-2 yang menjadi terdakwa, Edy Sutjahyo Busiri, Marjan Nasution dan Anas Muda Siregar mengaku keterangan saksi salah dan keterangannya juga tidak dimengerti.

Sidang perkara pidana PT. SPS-2 di PN Meulaboh ini masih tahap pemeriksaan saksi-saksi. Sedikitnya ada 25 saksi fakta dan ahli yang dihadirkan dalam perkara yang di tuntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup (red- sekarang, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup).

Penasehat Hukum PT. SPS-2 yang hadir pada persidangan tersebut adalah, Endar Sumarsono SH, Trimoelja D. Soerjadi SH, Indis Kurniawan SH dan Chairuni Bachsyaini SH.

Diketahui para direksi PT. SPS-2 menjadi terdakwa diduga melanggar Pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1) huruf h Jo Pasal 116 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kemudian Halim Gurning juga diambil keterangan saksinya dalam perkara nomor 54/Pid.Sus/2014/PN MBO dengan terdakwa atas nama korporasi yaitu PT. SPS-2 yang diwakili oleh Harsul Hardianysah. [red]

To Top