Nasional

KPU dan LIPI Kembangkan Riset Kepemiluan

Lahirkan Lembaga Riset ERI

ACEHTERKINI.COM | Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sepakat menjalin kerja sama dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu pegetahuan tentang kepemiluan.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan naskah kesepakatan bersama oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik dan Kepala LIPI Prof Dr Iskandar Zulkarnain di Gedung KPU, Senin 24 November 2014.

Untuk mewujudkan kerjasama itu KPU dan LIPI sepakat untuk membentuk lembaga riset kepemiluan, Electoral Research Intitute (ERI).

Institut ini akan menjadi para peneliti politik dan mereka yang berkompeten dalam bidangnya untuk memproduksi kajian akademik secara berkesinambungan guna mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Dukungan ilmiah diperlukan untuk mendorong peningkatan kualitas demokrasi secara substansial dan pemerintahan berkualitas yang dihasilkan melalui pemilu.

Kepala LIPI Prof Dr Iskandar Zulkarnain mengatakan kerjasama ini didorong oleh tekad dan tujuan yang sama antara LIPI dan KPU untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan tata kelola pemilu yang lebih baik di masa mendatang.

“Pengembangan ilmu pengetahuandi bidang kepemiluan dan pembentukan ERI diharapkan dapat menjadi pintu lahirnya kebijakan-kebijakan kepemiluan yang berbasis riset akademik yang terpercaya, independen, dan nonpartisan,” kata Zulkarnain dalam siaran resminya diterima acehterkini tadi.

ERI didukung oleh jaringan peneliti politik dan kepemiluan dari LIPI dan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di tanah air, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Selain itu juga bergabung para peneliti yang merupakan mantan komisioner KPU dan para peneliti organisasi nonpemerintah, seperti Perludem.

Dalam proses pembentukan ERI juga dilakukan kegiatan pertukaran riset, pengalaman dan pengetahuan terkait isu riset kepemiluan yang difasilitasi oleh KPU Australia (Australia Electoral Commission) dan Dewan Riset Kepemiluan Australia, Lembaga Penyelenggara Pemilu dari Timor Leste, Bhutan dan Nepal. [*]

To Top