Ekonomi

Jual Jagung Bakar untuk Biaya Anak Sekolah

ACEHTERKINI.COM | Tiada hari tanpa bekerja, terbit sampai terbenamnya matahari menguras keringat Fauzi salah seorang korban tsunami Aceh yang tinggal di Meunasah Tuha, Lamteh.

Bosan bekerja sebagai mekanik di PT. SAI Lafarge, Fauzi berjualan jagung bakar di Pantai Ulee Lheue, Kota Banda Aceh. Lugas ia mengatakan hasil dagangannya ini semata-mata untuk dua orang anak-anaknya yang masih sekolah.

Kecewa dengan BBM Naik, ia merasakan hidupnya semakin berat. Ia pun menaikkan harga daganganya dari Rp5.000 menjadi Rp8.000 per buah jagung bakar.

Didampingi Dewi asal Padang yang tinggal di barak Tsunami Ulee Lheue bukan istrinya. Dewi membantu Fauzi berjualan jagung bakar, kelapa muda dan mie bokom.

Satu hari mereka mendapat hasil bersih paling rendah Rp50.000 dan paling tinggi Rp150.000,-. “Kadang pernah tidak ada hasil sama sekali kalau musim hujan,” keluhnya sambil mengiris kulit jagung.

Sambung Fauzi, disini ada lebih kurang 100 orang yang berjualan jagung bakar dari pagi sampai sore. Bagi Fauzi bukanlah suatu persaingan, tapi pelayanan yang baik dan memuaskan untuk mendapatkan pelanggan itu yang lebih penting. [carep- 007]

To Top