Sosial

Gubernur Hanya Naikkan Rp51.787 UMP Aceh

ACEHTERKINI.COM | Komite Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Aceh mengaku keberatan dengan angka UMP Aceh tahun 2015 yang sudah ditetapkan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah pada 1 November 2014.

Sekretaris KSPI Aceh, Habibi Inseun mengatakan Gubernur Aceh hanya menaikkan Rp51.787 dari angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menurut versi Dewan Pengupahan Aceh sebesar Rp1.848.213.

“Belum lagi harga barang akan naik pada tahun 2015 termasuk BBM,” ujar Habibi saat menghubungi redaksi acehterkini, Selasa (4/11/2014).

Ini ada yang aneh. Menurut Habibi angka KHL yang disurvey Dewan Pengupahan Aceh tahun 2014 untuk Upah Minimim Provinsi (UMP) tahun 2015 justru lebih rendah dibandingkan angka survey KLH tahun 2013 untuk UMP tahun 2014 di 16 kabupaten kota.

“KHL di 2013 untuk UMP tahun 2014 sebesar Rp1.888.683,- sedangkan di tahun 2014 untuk UMP tahun 2015 angka KHL-nya sebesar Rp1.848.213,” katanya mengaku ada keanehan justru lebih rendah dari tahun sebelumnya sementara harga barang setiap tahunnya naik. Ini versi Dewan Pengupahan Aceh.

Habibi menjelaskan KSPI juga melakukan survey KHL baru di dua tempat yaitu Nagan Raya dan Kota Sabang. “Kami mendapat angka KHL justru di atas Rp 2 juta di dua tempat tersebut,” katanya.

Terkait penetapan UMP 2015 ini, dikatakan Habibie bahwa KSPI akan melakukan musyawarah.

“Kemungkinan KSPI akan menggunakan lembaga independen survey KHL tahun 2015 untuk UMP tahun 2016,” ujarnya lagi.

Secara terpisah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh, Helvizar Ibrahim mengatakan angka UMP Aceh Tahun 2015 sudah tidak berubah lagi.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menaikkan UMP Aceh Rp100.000 dari usulan Dewan Pengupahan Aceh sebesar Rp1,8 juta. Pemerintah Aceh menetapkan UMP Aceh Tahun 2015 sebesar Rp1.900.000 pada 1 November 2014.

“Angka ini sudah mengakomodir semua baik itu unsur pekerja maupun dari pengusaha,” kata Helvizar saat dihubungi acehterkini, Selasa (4/11/2014).

Ia menjelaskan tahun sebelumnya UMP Aceh berada di angka Rp1.750.000,- kemudian tahun 2014 naik 8 persen sekian menjadi Rp1.900.000. UMP ini akan berlaku pada Januari 2015.

Kenaikan ini diharapkan agar dunia usaha di Provinsi Aceh kondusif. “Pengusaha agar bisa mematuhi UMP Aceh ini, pekerja juga dituntut produktifitasnya dan efesiensi sehingga hasilnya lebih baik,” ujar Helvizar.

“Pemerintah juga mengingatkan perusahaan agar pekerja bagian dari perusahaan bukan sebagai objek tapi lebih kepada subjek,” kata Helvizar mengakhiri. [red]

To Top