Lingkungan

Gambut Terbakar, Orangutan di Rawa Tripa Berkurang

ACEHTERKINI.COM | Hutan rawa gambut tripa yang merupakan habitatnya Orangutan (Pongo abelii) sudah terancam karena kebakaran.

Hal tersebut terungkap dari keterangan saksi Halim Gurning, pekerja Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dalam perkara pidana Perusahaan Kelapa Sawit PT. Surya Panen Subur (SPS)-2, Rabu, 12 November 2014.

Halim Gurning diperiksa terkait kasus kabakaran lahan gambut di areal konsesi PT. SPS-2 di Pulo Kruet, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya pada Maret 2012 lalu.

Halim menjelaskan populasi Orangutan di rawa gambut tripa dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) semakin berkurang karena kebakaran.

“Saat terjadinya kebakaran, Orangutan di Rawa gambut Tripa terisolir,” kata Halim menyakinkan Ketua Majelis Hakim, Rahmawati SH bersama anggotanya Alex Adam Faisal SH dan Rahma Novatiana SH.

Halim Gurning diperiksa sebagai saksi fakta terkait perkara pidana PT. SPS-2 yang dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena diduga melanggar pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1) huruf h Jo Pasal 116 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP Pidana.

Dalam keterangannya sebagai saksi, Halim Gurning membenarkan telah terjadinya kebakaran di lahan PT. SPS-2 pada Maret 2012 dari laporan masyarakat setempat.

Mengutip data dari Sumatran Orangutan Conservation Program (SOCP) jumlah populasi Orangutan pada tahun 2010-2011 sebanyak 300 ekor lebih. Angka ini terus menurun karena habitatnya terganggu akibat kebakaran.

Sementera itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Genman Hasibuan mengatakan jumlah Orangutan di rawa tripa diperkirakan tinggal 100 ekor lagi.

Orangutan di Rawa Tripa yang terjebak kebakaran sedang dievakuasi oleh Tim BKSDA dan SOCP. Foto - Mongabay

Orangutan di Rawa Tripa yang terjebak kebakaran sedang dievakuasi oleh Tim BKSDA dan SOCP. Foto – dok. Mongabay

Kepada acehterkini, Jum’at (14/11/2014), Genman mengatakan penyebab berkurangnya Orangutan di Rawa Tripa karena habitatnya sudah tertekan.

“Bisa saja tertekan karena di bunuh, di buru atau kebakaran hutan,” kata Genman.

“Secara alami Orangutan itu punya insting, jika habitatnya diganggu maka Orangutan tersebut akan menjauh ke tempat yang aman,” demikian Kepala BKSDA Aceh, Genman Hasibuan.

Sebelumnya BKSDA pernah menyampaikan jumlah Orangutan di Rawa Tripa pada tahun 2013 sebanyak 60 ekor lagi. [red]

To Top