Lingkungan

BNPB : Aceh Rawan Banjir Pada November – Desember

ACEHTERKINI.COM | Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tidak aneh jika Provinsi Aceh mengalami banjir dan longsor pada Bulan November dan Desember.

Hal tersebut dikatakannya mengingat wilayah Aceh memiliki tipe hujan ekuatorial. “Berbeda dengan Maluku yang memiliki tipe lokal dengan puncak Juni – Juli,” katanya dalam surat elektroniknya kepada acehterkini, Kamis (27/11/2014) malam.

Sutopo menjelaskan BNPB mencatat daerah rawan longsor yang perlu memperoleh perhatian serius adalah daerah pergunungan dan perbukitan yang banyak penduduknya di Gunung Bukit Barisan Provinsi Aceh.

Banjir dan longsor adalah tipe bencana yang slow on set. Artinya terjadi secara perlahan dapat dideteksi sehingga kesiapsiagaan bisa dilakukan oleh semua pihak. BNPB telah melakukan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga (Kementerian PU dan Pera, BMKG, Badan Geologi, Kemensos, Kemenkes, BPPT, Kementerian Pertanian, Kemendagri, TNI, Polri, Lapan, Basarnas dll).

BNPB saat ini sedang menyempurnakan Rencana Kontinjensi Nasional Menghadapi Bencana Banjir dan Longsor Tahun 2014/2015. Isinya tentang: kebijakan, strategi, koordinasi, komando, upaya yang dilakukan, pengerahan sumber daya dll).

Sebagian BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten/Kota telah menyusun Rencana Kontinjensi Daerah Menghadapi Banjir dan Longsor dengan lebih detil.

BNPB telah mendistribusikan logistik dan peralatan ke seluruh BPBD dalam penguatan kapasitas BPBD. Logistik dan peralatan tersebut sebagai “buffer stock” yang dapat digerakkan untuk dukungan penanganan bencana.

BNPB menyediakan Dana Siap Pakai Rp 75 milyar untuk antisipasi banjir dan longsor secara nasional. Jika kurang akan ditambah sesuai dengan kebutuhan. [red]

To Top