Layanan Publik

Blang Padang Dikuasai TNI, Gubernur Lapor ke Presiden

ACEHTERKINI.COM | Gubernur Aceh, Zaini Abdullah melaporkan status kepemilikan lapangan Blangpadang di Pusat Kota Banda Aceh yang selama ini diawasi oleh Kodam Iskandar Muda untuk kegiatan upacara dan olahraga, musik dan pameran.

Kepala Humas Aceh, Mahyuzar mengatakan status tanah Blangpadang itu sudah dilaporkan ke Presiden RI, Joko Widodo oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Senin (23/11/2014) di Gedung Induk Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Gubernur Aceh meminta percepatan penyelesaian hal pengelolaan tanah Blang Padang untuk Pemerintah Aceh yang nantinya akan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau, upacara kenegaraan, keagamaan dan event promosi pembangunan dan wisata Aceh.

Selain itu Blang Padang juga akan dijadikan sebagai tempat publik untuk melakukan kegiatan olahraga yang akan dikelola oleh Pemerintah Aceh.

Lapangan Blang Padang yang memiliki luas sekitar 8 hektar berada di lokasi yang sangat strategis di pusat Kota Banda Aceh. Saat ini status Lapangan Blang Padang dalam status pengawasan oleh Kodam Iskandar Muda bukan diklaim dikuasai oleh TNI.

Kendatipun bukan dikuasai, sejumlah papan nama menyebutkan bahwa tanah tersebut milik TNI.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa Peta Banda Aceh tempo dulu 1642, Peta Koetaradja 1887 dan Peta Blad No.1926 menyebutkan tanah Blang Padang tidak termasuk penguasaan tanah atas tentara Belanda.

Setelah belanda pergi dari Aceh, Blang Padang dikuasai oleh Jepang. Kemudian diambil alih TNI. Pada tahun 1976, di atas tanah itu dibangun relokasi asrama TNI dan kemudian ada yang melakukan jual beli tanah sehingga muncul sengketa yang sampai saat ini status Blang Padang masih status quo.

Kemudian pasca musibah gempa dan gelombang tsunami 26 Desember 2004 lalu, lapangan Blang Padang kini dijadikan symbol “Aceh Thanks To The World”. [red/*]

To Top