Lingkungan

BKSDA Diminta Buat Penangkaran Buaya di Lhok Bot

ACEHTERKINI.COM | Informasi tertangkapnya buaya muara di Lhok Bot beredar cepat di kalangan masyarakat Aceh Jaya, sehingga kawasan Lhok Buya itu ramai dikunjungi warga, Jum’at (14/11/2014).

“Buaya muara beratnya sekitar 500 kilogram yang ditemukan ini tidak tahan panas, kami akan segera membawanya ke Banda Aceh,” kata Tim BKSDA, Asep sudah berada di lokasi itu sejak Senin (11/11/2014).

Setelah ditelusuri, Kepala BKSDA Aceh, Genman Hasibuan bersama Tim nya mengatakan kawasan tersebut memang habitatnya buaya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Jaya, Saiful Bahri mengatakan jika kawasan tersebut merupakan habitat buaya, maka sebaiknya BKSDA membuat lokasi penangkaran di kawasan Lhok Bot, Aceh Jaya.

“Bisa dilakukan pemagaran lokasi dan pemasangan papan untuk menghimbau agar warga tidak beraktifitas di lokasi tersebut,” kata Saiful Bahri berharap perhatian BKSDA maksimal terkait masalah tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolres Aceh Jaya, Abdul Azas Siagian di lokasi. Dikatakan Kapolres, kawasan Lhok Buya ini memang habitatnya buaya.

Ia juga berharap agar BKSDA dapat memfasilitasi Lhok Bot menjadi tempat penangkaran buaya. “Bila BKSDA tak punya dana, sebaiknya libatkan pihak ketiga yang mau membantu, dibuat saja tempat penangkaran sehingga menjadi objek wisata,” kata Abdul Azas Siagian.

Harapan ini juga disampaikan Kepala Desa Lhok Bot, Gunawan. Melalui acehterkini, ia berharap agar Pemerintah bisa membangun lokasi penangkaran buaya sebagai objek wisata yang seyogyanya dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan Kabupaten Aceh Jaya.

Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya, Teuku Asrizal memberi apresiasi atas kerja BKSDA bersama masyarakat di Lhok Bot.

“Kerja BKSDA bersama masyarakat dan instansi terkait di Aceh Jaya terus dilakukan. Tertangkapnya satu ekor buaya muara ini bukan berarti pekerjaan telah selesai,” kata Asrizal singkat.

Menanggapi permintaan tersebut, Kepala BKSDA Aceh, Genman Hasibuan mengatakan membuat penangkaran buaya itu boleh dilakukan oleh pihak ketiga yaitu lembaga konservasi yang sudah mendapat izin prinsip, ada aturan dari Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

“BKSDA hanya dibolehkan membuat konservasi khusus, seperti Pusat Latihan Gajah (PLG) di Saree, Aceh Besar. Sedangkan untuk penangkaran harus pihak swasta, BUMD ataupun BUMN,” kata Genman.

“Kami mendukung keinginan masyarakat, BKSDA akan memudahkan proses jika ada pihak-pihak yang ingin melakukan penangkaran buaya di kawasan Lhok Bot, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya,” demikian Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Genman Hasibuan. [red/hendra]

To Top