Ekonomi

30 Persen Anggaran Pemerintah Hilang Karena Korupsi

ACEHTERKINI.COM | Walikota Langsa, Usman Abdullah mengatakan anggaran Pemerintah yang hilang  karena korupsi, setiap tahunnya diperkirakan mencapai 30 persen.

“Jika perkiraan itu betul, maka ratusan triliunan rupiah pertahun yang disalahgunakan dan hanya memperkaya segelintir orang,” kata Usman Abdullah.

Padahal, kata dia, dari uang tersebut negara akan sanggup membangun banyak bendungan dan saluran irigasi, membangun pembangkit listrik, memajukan pendidikan dan kesehatan, membangun Infrastruktur jalan dan jembatan, memperbanyak kapal penyeberangan, menyediakan kapal dan perlengkapan tangkap ikan yang memadai bagi nelayan, dan  banyak hal lain yang bisa  dibangun dari dana yang dikorupsi tersebut.

“Korupsi sudah membudaya, oleh karena itu gerakan melawan korupsi  juga harus menjadi  gerakan budaya. Korupsi di pemerintahan itu adalah hilirnya, tapi hulunya adalah kegagalan pendidikan karakter di keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” kata Usman Abdullah dalam rapat Koordinasi Penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tingkat daerah tahun 2014, di aula wisma Bina Warga PTP.N.I Langsa, Selasa (11/11/2014).

Ditambahkan Walikota pencegahan dan penanggulangan korupsi tidak bisa dilakukan oleh salah satu institusi saja, tetapi harus melibatkan banyak pihak, karena sifat korupsi yang sudah sedemikian mengakar dan massif di semua lini dan aspek kehidupan.

Peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan korupsi sangat dibutuhkan. Informasi awal tentang  dugaan terjadinya praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dalam penyelenggaraan pembangunan bisa segera dilaporkan ke Inspektorat atau aparat penegak hukum lainnya agar  bisa segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang membuka acara tersebut mengatakan agar inspektorat hendaknya tidak hanya melakukan pemeriksaan tetapi juga melaksanakan fungsi penjaminan kwalitas dan konsultasi kepada SKPD.

“Mutu pengawasan internal atas penyelenggaraan pemerintahan daerah baik itu berupa kinerja maupun keuangan juga harus lebih berkwalitas dan efektif,” Kata Mualem. [jamal]

To Top