Politik

Wakil Rakyat di Aceh Harus Terbuka

ACEHTERKINI.COM | Peneliti Senior The Aceh Institute, Fuad Mardhatillah mengajak anggota dewan Aceh yang baru untuk menjadi penghubung dan bersifat terbuka dengan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya pada saat menjadi pembicara diskusi publik Aceh Election Club di 3in1, Banda Aceh, Senin (13/10/2014) yang digagas Aceh Institute.

Fuad juga mantan aktifis yang sekarang mengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry mengatakan sifat terbuka harus dimiliki oleh anggota DPRA periode 2014-2019. Konon latar belakang anggota DPRA yang baru ini juga banyak berasal dalam kalangan aktifis.

“Sudah sepantasnya wajah-wajah baru ini menjadi mitra penghubung antara rakyat dan wakilnya agar tidak terjadi sekat pembatas diantara keduanya,” kata Fuad Mardhatillah.

Ia juga mengharapkan terjalinnya hubungan baik antara wakil rakyat dengan mantan aktivis yang dulunya pernah bergelut di sejumlah kegiatan sosial.

“Harapannya akan memudahkan pencapaian restorasi terhadap percepatan pembangunan di Aceh, baik dari segi ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan, harapannya semua aspirasi harus tertampung,” sebut Fuad Mardhatillah.

Untuk diketahui kegiatan ini merupakan kerjasama Lembaga The Aceh Institute dengan The Asia Foundation (TAF). Kegiatan Aceh Election Club) ke-7 mengusung tema “Wajah Parlemen Aceh 2014-2019, antara Harapan dan Realitas”. [Taf]

To Top