Sosial

Teuku Dedi Safwadi Pimpin HIPMI Aceh Jaya

ACEHTERKINI.COM | Jatuh bangun sudah terbiasa dalam berbisnis. Inilah yang dirasakan pria kelahiran Lageun, 2 April 1987 ini.

“Komitmen dan percaya diri adalah modal untuk bertahan,” kata dia kepada acehterkini, usai dikukuhkan menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Aceh Jaya, Jum’at (24/10/2014).

Pria yang berdomisili di Sawang, Kecamatan Setia Bakti Aceh Jaya ini merupakan anak ketiga dari Teuku Dahrun dan Sarifah Alawiyah. Alumni D-III Fakultas Teknik Mesin Unsyiah ini sekarang menjadi Direktur CV. Ban Beudoh.

Riwayat organisasi yang dia geluti menghantarkan Dedi Safwadi memimpin HIPMI Aceh Jaya.

Mengenang 2010 lalu, Dedi memulai menjadi pedagang pakaian. Pakaian yang dia beli dari Bandung dijualnya ke seluruh kecamatan di Aceh Jaya. Ia terus termotivasi menjadi seorang pengusaha muda di Aceh.

Merangkul banyak jaringan akan membawa kesuksesan bagi diri dan keluarganya. “Lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah,” moto Dedi Safwadi.

Bidang traveling dikembangkannya mengingat keindahan alam Kabupatan Aceh Jaya patut dipromosikan secara nasional dan international. Dedi memiliki cita-cita besar membangun dan mempromosikan Aceh Jaya. Inilah yang menjadi motivasi baginya menggeluti dunia usaha.

Teuku Dedi Safwadi terpilih menjadi Ketua HIPMI melalui Musyawarah Cabang di Aceh Jaya. Ia menggantikan Zulfahmi.

Pengukuhan Dedi Safwadi disaksikan Ketua HIPMI Aceh, Farid Reza Firmandes dan PLH Sekda Aceh Jaya, Ichwan S.Sos. Ketua DPRK Aceh Jaya, Musliadi Z dan sejumlah Kepala SKPK Aceh Jaya.

Ketua HIPMI Aceh berpesan sejak 10 Juni 1972 HIPMI Aceh terbentuk telah melalui berbagai tantangan sesuai jamannya. Pada awalnya pengusaha dianggap strata paling rendah, dimana kalangan anak muda waktu itu lebih berminat menjadi PNS dari pengusaha.

“Namun di era reformasi, tantangan itu telah terjawab. Banyak anggota HIPMI menjadi politikus, bukan hanya itu, Presiden RI Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla juga merupakan anggota HIPMI,”pungkas Farid Reza Firmandes.

Konon, Sekda Aceh Jaya juga banyak berharap agar peran HIPMI membawa banyak konstribusi bagi daerah yang pernah hancur porak-poranda karena gempa dan tsunami 26 Desember 2004 lalu.

“Lahan pertanian dan perkebunan masih sangat luas di Aceh Jaya,” ujar Ichwan.

Harapan ini menumbuhkan semangat dan motivasi baru bagi Teuku Dedi Safwadi. “Pengusaha di Aceh Jaya dapat menjadi mitra Pemerintah untuk membangun wiraswasta muda dalam mengembangkan potensi daerah,” demikian Teuku Dedi Safwadi. [hendra]

To Top