Sosial

Pemuda Atjeh Minta Referendum Pemekaran

ACEHTERKINI.COM | Sarikat Pemuda Atjeh mengharapkan agar Wali Nanggroe Aceh, Paduka yang Mulia Malik Mahmud Al-Haytar menyikapi berbagai persoalan termasuk isu pemekaran ALA-ABAS. Survey dilakukan bisa melalui referendum.

Ketua Sarekat Pemuda Atjeh, Andika Muttaqin Ismail mengatakan Pemerintah Aceh sebagai entitas yang diposisikan sebagai pihak yang memegang “keputusan final” terhapad pemekaran ALA-ABAS harus segera ditanggapi.

Beberapa pra kondisi yang telah ada mengindikasikan bahwa pengutamaan isu ALA-ABAS bukanlah suatu hal yang baru. Terlepas dari pro dan kontra serta retorika para pengamat dan politisi, urgensi tuntutan disintegrasi ini adalah tentang siapakah sebenarnya pemlik kepentingan pemekaran teresebut.

Untuk itu Sarekat Pemuda Atjeh mengharapkan agar Pemerintah Aceh melakukan riset survey yang komprehensif untuk memahami kadar dan substansi animo pemekaran. “Apakah murni dari rakyat atau hanya kepentingan elit,” kata Andika dalam siaran tertulisnya kepada acehterkini, Rabu (22/10/2014).

“Survey ini bisa dikatakan melalui referendum,” katanya.

Kemudian Ia meminta peran Wali Nanggroe Aceh dapat maksimal menyejukkan suasana. “Wali harus berani turun ke daerah-daerah, independen dan tidak berada pada kubu politik manapun,” kata Andika.

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 yang mengatur tentang pemekaran wilayah.

ALA – ABAS dari perspektif masyarakat ALA – ABAS, tidak melulu dari perspektif ‘Kedaulatan’ Aceh dan batas wilayah dalam UUPA.

Karena secara organisasi, Sarekat Pemuda Aceh menilai kedaulatan hanyalah jalan untuk mencapai kesejahteraan dan bukan merupakan tujuan akhir. [red/*]

To Top