Layanan Publik

Pelanggar Syariat Karena ada Internet 24 Jam

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah Kota Banda Aceh dan Universitas Syiah Kuala melakukan kerjasama guna membahas permasalahan yang sering muncul. Salah satunya bidang transportasi dan masalah Syariat Islam.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Rektor Unsyiah, Samsul Rizal di Ruang Senat Biro Rektor Unsyiah, Senin (20/10/2014).

Dikutip dari keterangan tertulis Humas Kota Banda Aceh, Selasa (21/10/2014), Illiza menjelaskan Kota Banda Aceh adalah kota yang tidak pernah tidur.

“Berbagai elemen warga tingkat umur dapat menikmati sajian internet di warung kopi selama 24 jam, akibatnya banyak remaja dan mahasiswa yang melanggar syariat,” tutur Illiza.

“Permasalahan yang dialami Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap masalah ini cukup kompleks dan perlu solusi yang komprehensif,” katanya lagi.

Mengatasi berbagai masalah tersebut Pemerintah Kota Banda Aceh merasa perlu melakukan komunikasi efektif dengan Rektor Unsyiah beserta civitas akademika guna memperoleh formula efektif solusi.

Walikota mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh punya kepentingan besar pada seluruh universitas yang ada di Kota Banda Aceh terutama Unsyiah. “perilaku manusia tertinggi berada di universitas,” tuturnya.

Walikota menjelaskan berbagai penertiban di seputaran kampus telah dilakukan, mulai dari persoalan pelanggaran syariat, rumah kost, reusam gampong, kebersihan lingkungan, ketertiban kampus dan problem lainnya.

Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng menjelaskan tujuan pihaknya mengundang Walikota beserta para kepala SKPD untuk melakukan koordinasi dan menjalin kerjasama Unsyiah dengan Pemko Banda Aceh dalam hal Penataan dan Pemeliharaan Kebersihan kampus serta membahas persoalan lainnya.

Diakuinya masalah yang dialami mahasiswa adalah soal kemacetan di jembatan Lamnyong terutama di jam sibuk. Untuk itu pihaknya beserta seluruh civitas akademika yang diisi oleh para ahli, profesional siap bekerjasama, memberikan saran, masukan dan alternatif solusi tentang kemacetan serta membantu permasalahan lainnya yang dihadapi Pemko Banda Aceh. [red/*]

To Top