Sosial

Ngaji Di Waktu Maghrib Mencegah Penyakit AIDS

ACEHTERKINI.COM | Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengaku prihatin terhadap meningkatnya kasus AIDS di Aceh. “Ini bencana sosial yang harus ditanggapi,” kata Zaini, Sabtu (25/10/2014).

Zaini menambahkan langkah konkrit untuk membendung penyakit AIDS di Aceh dapat dilakukan dengan berbasis keagamaan, sosial dan kesehatan. “Kita harapkan Dinas Syariat Islam, MPU, HUDA dan Perguruan Tinggi menyusun rencana penanggulangan AIDS di Aceh,” pinta Zaini.

“Pemerintah Kabupaten Kota segera mencetuskan program keagamaan seperti membaca Al-Qur’an setelah Shalat Maghrib, program ini penting dalam rangka melakukan pencegahan dini,” ajak Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

Selain itu Gubernur Aceh meminta peran aktif pemuka agama dan pendidik serta tokoh masyarakat dengan pencegahan, penyebaran dan penanggulangan AIDS (HIV).

Bencana sosial ini, kata Zaini Abdullah harus ditangani secara serius.

“Saya minta Dinas Kesehatan Aceh untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia agar penanggulangan AIDS di Aceh sesuai dengan grand desain nasional,” ujar gubernur.

Mengutip Harian Cetak Serambi Indonesia, 21 Agustus 2014. Pada Bulan Juni 2014 jumlah penderita HIV/AIDS yang tercatat di Aceh mencapai 272 orang. Dari angka tersebut 84 orang menderita HIV dan 188 menderita AIDS. Rinciannya laki-laki 64,9 persen dan perempuan 35,1 persen. Dewi Fahrina, Pengelola Keuangan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Aceh mengatakan kenaikan cukup signifikan setiap tahunnya. [red/*]

To Top