Sosial

MoU Helsinki Peluang Wujudkan Aceh Baru

ACEHTERKINI.COM | Penandatanganan MoU Helsinki antara Republik Indonesia (RI) dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 lalu memberikan peluang terwujudnya Aceh yang baru.

Demikian dikatakan Mukhtaruddin, Staf Ahli Bupati Aceh Jaya bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kamis (30/10/2014) saat menghadiri acara penyuluhan penguatan perdamaian tahun 2014 di lantai III kantor bupati setempat.

“Kita harus menyadari kekurangan masa lalu untuk memperbaiki terciptanya perdamaian abadi di Aceh,” ujarnya.

Semua pihak, lanjut Mukhtaruddin seperti LSM, Ormas dan pihak eksekutif haru terus membangun perdamaian yang telah terbangun selama ini.

Kesempatan ini, Kepala Dinas Kesbangpol Aceh Jaya, Supriadi mengatakan kegiatan peyuluhan ini untuk memperdalam pengetahuan terhadap perdamaian kebangsaan.

“kegiatan ini mengundang Polisi dan TNI, KPA dan dinas terkait di Kabupaten Aceh Jaya, Dandim 0114/AJ, Letkol Infantri Deki Zulkarnaen, Perwakilan Polres Aceh Jaya, AKP Adli dan unsur KPA, Tgk Yusri dan Mawardi,” katanya.

Mawardi berharap agar Pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat eks kombatan GAM. “Aceh Jaya adalah gerbang barat selatan Aceh, program pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan Sumber Daya Alam adalah solusi peningkatan pendapatan masyarakat eks kombatan. [hendra]

To Top