Hukum

LSM: Polda Aceh Lemah Tuntaskan Kasus Korupsi

ACEHTERKINI.COM | Kepolisian Daerah Aceh dinilai lemah dalam menangani berbagai kasus dugaan korupsi yang terjadi di Provinsi Aceh.

Koalisi LSM anti Korupsi di Aceh menggelar aksi menuntut agar Polda Aceh proaktif dalam menangani kasus kerugian negara, Rabu (29/10/2014) di Mapolda Aceh.

Koalisi LSM anti Korupsi ini bergabung dalam Gerakan Masyarakat Bongkar Korupsi (Gembok) masing-masing dari GeRAK Aceh, GeRAK Gayo, Komunitas Anti Korupsi, GeRAM dan GMNI.

Koordinator Aksi, Ahlaz Rizki mengatakan aksi tersebut menuntut Kepolisian Daerah Aceh untuk melakukan suvervisi dan pengawasan terhadap kinerja Polres di seluruh kabupaten kota di Aceh.

“Polres Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues terkesan lamban dalam menuntaskan indikasi kasus tindak pidana korupsi, belum ada satupun dugaan korupsi yang dituntaskan di masing-masing Polres tersebut hingga akan berakhirnya tahun 2014,” kata Ahlaz yang didampingi Fauzul dan rakan-rakannya.

Data yang bersumber dari GeRAK Aceh mencatat di Aceh Tengah ada dugaan korupsi pada proyek pembangunan meunasah dan mesjid di Bener Meriah melalui APBK tahun 2013 sebesar Rp10 miliar. “Kasus ini masih menunggu audit kerugian dari BPKP Aceh,” katanya.

Kemudian di Gayo Lues ada dugaan korupsi bantuan hibah dan bantuan sosial melalui APBK tahun 2012 sebesar Rp22 miliar. Selanjutnya di Aceh Tengah juga ada dugaan korupsi pada proyek cetak sawah baru Desa Karang Ampar, Ketol melalui APBN 2012-2013.

Aksi yang serupa ini juga dilakukan di depan Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Aceh. [red/*]

To Top