Sosial

Lahan Belum Dibayar, Warga Kepung PT. Arun NGL

ACEHTERKINI.COM – Para pendemo di kompleks PT. Arun Natural Gas Liquefaction (NGL) telah menyiapkan tempat penginapan mereka untuk bermalam dilokasi itu. Warga memilih untuk tidak membubarkan aksi sebelum mendapat respon tuntutan.

Pantauan media ini, Rabu, (15/10/2015) hingga pukul 18.00WIB malam tadi, para pelaku aksi ini masih menyerukan tuntuan dihalaman perusahaan vital itu, sebagian dari warga ada juga yang sedang menarik-narik tenda untuk membuat tempat penginapan.

Aksi demo yang dimulai pada pukul 09.00WIB pagi tadi sempat ricuh meski tidak merenggut korban, namun karena ketatnya pengawalan Polisi, warga tetap saja tidak bisa memasuki halaman kantor.

Para pendemo yang berjumlah sekitar 300 orang ini merupakan warga Kecamatan Blang Lancang, Kota Lhokseumawe yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Blang Lancang), termasuk diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Ketua IKBAL, M. Zubir, mengatakan, massa tidak akan bubar sebelum mereka mendapat respon pihak PT. Arun NGL.

“Telah bertahun-tahun kami menuntut persoalan ini tetapi PT. Arun tak pernah merespon sama sekali,” kata Zubir saat ditemui dilokasi.

Dijelaskan Zubir, ada empat desa penduduk di Kecamatan Blang Lancang yang rumahnya dieksekusi oleh perusahaan gas alam itu.

Empat desa tersebut adalah Blang Lancang Barat, Blang Lancang Timur, Rancung Barat dan Rancung Timur.

Dari desa-desa tersebut ada 542 Kepala Keluarga yang menjadi korban penggusuran perusahaan eksplorasi gas ini, bahkan PT. Arun waktu itu juga telah berjanji untuk mengganti rugi lahan warga.

“Dari dasar itulah kami terus menuntut,” kata Zubir.

Dia mengatakan, para pendemo malam ini akan memilih bermalam dikompleks perusahaan tersebut. (Jamal)

To Top