Sosial

Komunitas di Aceh Peringati #Sangerday 12 Oktober

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah komunitas dan paguyuban yang merupakan penikmat kopi sanger di Kota Banda Aceh memperingati #Sangerday (red- Hari Sanger Aceh) di Solong Mini Lampineung, Kota Banda Aceh, Minggu (12/10/2014).

Koordinator Pelaksana Kegiatan, Antonio Gayo mengatakan #Sangerday ini sebenarnya diperingati awalnya pada tahun 2013.

“Namun pada tahun itu hanya menggunakan media sosial seperti facebook dan twitter,” kata Antonio.

“kita berterima kasih kepada seluruh komunitas di Aceh yang ikut memeriahkan peringatan dua tahun #Sangerday dengan acara minum kopi sanger bersama di Solong Mini, Lampineueng, Banda Aceh,” ujarnya.

“#Sangerday diperingati setiap tanggal 12 Oktober,” tukas Antonio Gayo.

Danurfan dari Komunitas I Love Aceh mengatakan kopi sanger ini menjadi sebuah Icon baru di Aceh. “jenis kopi ini memiliki rasa yang tersendiri, tidak manis dan juga tidak pahit serta bersahabat dengan lambung,” katanya.

Cara pembuatannya juga menarik, kata Danurfan cara buat sangat klasik, tidak dibuat dengan mesin tapi secara manual.

Fahmi Yunus, mantan staff UNDP yang menjadi penikmat kopi Aceh juga inisiator #Sangerday mengatakan orang luar punya Capucino, tapi di Aceh ada Kopi Sanger.

Fahmi berkisah, pada tahun 1997 di Café Atlanta Ulee Kareeng, ada mahasiswa yang suka kopi dan kopi susu. Kalau dulu Kopi Sanger ini terbuat dari kopi + susu + gula, tapi sekarang tidak ada gula lagi.

Rasa yang berbeda dari Sanger ini juga dirasakan Duta Wisata Aceh, Devi Pratiwi. Ia mengatakan minum sanger lebih berbeda dengan kopi susu.

Salah seorang pengelola Solong Mini, Sarbaini saat dijumpai acehterkini, Minggu (12/10/2014) mengaku asal usul Kopi Sanger berasal dari Warong Kopi Solong di Simpang Tujuh Ulee Kareeng, Kota Banda Aceh pada tahun 90-an.

Perayaan #Sangerday tahun 2014 kali ini diberikan 100 kopi sanger + kue timpan Aceh kepada peserta dan undangan yang hadir.[Red]

To Top