Nasional

Inilah Tokoh-Tokoh yang Dipanggil Jokowi

ACEHTERKINI.COM | Setelah diambil sumpah sebagai Presiden RI, Senin (20/10/2014). Esoknya Joko Widodo (Jokowi) langsung memanggil tokoh-tokoh dalam rangka mempersiapkan susunan Kabinet Jokowi – JK ke Istana Merdeka, Jakarta.

Beberapa nama yang datang ke Istana menemui Presiden, tidak asing lagi karena sudah ‘berseliweran’ sebelumnya. Ada juga yang dipanggil yang tidak pernah disebut-sebut di media.

Mengutip situs berita inilah.com, inilah tokoh-tokoh yang dipanggil Jokowi ke Istana Merdeka, sejak 21 Oktober 2014 :

Muhaimin Iskandar

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar datang ke Istana pada Selasa (21/10/2014). Cak Imin, panggilannya, salah satu yang berjasa mengantarkan Jokowi sebagai Presiden.

Cak Imin dan Jokowi membahas larangan rangkap jabatan. Ia memutuskan untuk fokus mengurus partai dan mempersilakan Presiden untuk memilih kader lainnya untuk menjadi menteri.

Mirza Adityaswara

Mirza Adityaswara ke Istana pada hari yang sama dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Dia merupakan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Mirza mengawali kariernya sebagai dealer di Bank Sumitomo Niaga pada tahun 1989. Pada 2002 hingga Oktober 2005, Mirza menjabat sebagai Director Head of Securities Trading and Research, Bahana Sekuritas.

Selama kurun 2008-2010, Mirza bertugas sebagai Managing Director Head of Capital Market Mandiri Sekuritas sekaligus sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri Group.

Sebelum diangkat sebagai Deputi Gubernur Senior BI, Mirza menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan sejak April 2012 ditugaskan sebagai Kepala Eksekutif LPS sekaligus Dewan Komisioner.

Informasi yang beredar Mirza bakal menjadi menteri keuangan.

Komarudin Hidayat

Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komarudin Hidayat menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka setelah Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara.

Ia lahir di Magelang, Jawa Tengah, 18 Oktober 1953. Dikenal aktif menulis di beberapa media massa. Kemampuan intelektualnya juga ditunjukkan dengan menjadi peneliti di beberapa lembaga kajian dan penelitian.

Setelah lulus dari pesantren, Komaruddin melanjutkan studi sarjana muda (BA) di bidang pendidikan Islam pada 1977 dan sarjana di bidang pendidikan Islam 1981 di IAIN Jakarta. Komaruddin meraih doktor di bidang filsafat barat di Middle East Techical University, Ankara, Turki.

Kabar yang berhembus ia akan dipercaya menjadi menteri agama

AM Hendropriyono

AM Hendropriyono menemui Presiden Jokowi setelah mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komarudin Hidayat. Hendro lahir di Yogyakarta, 7 Mei 1945, seorang tokoh militer Indonesia yang pernah menjadi Kepala Badan Intelijen Negara.

Pendidikan militer diperoleh di Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang (lulus 1967), Australian Intelligence Course di Woodside (1971), United States Army General Staff College di Fort Leavenworth, Amerika Serikat (1980), Sekolah Staf dan Komando (Sesko) ABRI, yang lulus terbaik pada 1989 bidang akademik dan kertas karya perorangan dengan mendapat anugerah Wira Karya Nugraha.

Ia juga lulusan KSA VI Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dengan predikat prestasi tinggi.

Usai bertemu Jokowi, Hendro mengaku tidak diajak ngobrol soal kabinet. Ia justru curhat soal kondisi kesehatannya yang baru menjalani operasi tulang punggung.

Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu juga hadir di Istana Merdeka bertemu Presiden Joko Widodo. Ryamizard datang hampir bersamaan dengan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono.

Ryamizard lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 21 April 1950. Ia adalah mantan perwira tinggi militer TNI AD yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 2002 hingga 2005.

Ryamizard adalah menantu dari mantan Wakil Presiden, Try Sutrisno, ia dikenal sebagai jenderal lurus dan tegas. Kariernya mulai cemerlang setelah dia memangku jabatan Pangdam V Brawijaya, yang kemudian diteruskan menjadi Pangdam Jaya.

Saat terjadinya gesekan elit nasional pada masa presiden Gus Dur, Ryamizard yang saat itu Pangdam Jaya mengancam siapa saja yang akan mengganggu keamanan di wilayahnya akan dihadapinya. Isu yang berkembang ia akan menjadi menteri pertahanan.

Chairul Tanjung

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung di Istana Negara pada Selasa (21/10/2014).

Pertemuan itu diketahui membahas soal perekonomian di Indonesia Dikonfirmasi usai bertemu, Chairul Tanjung mengaku pembahasan karena Jokowi fokus pada masalah ekonomi.

Saat disinggung soal apakah ditawari menteri, CT sapaan akrabnya, mengaku tidak ada. Apalagi membahas soal jatah menteri.

“Bapak presiden itu berkonsentrasi masalah ekonomi, jadi apa yang sudah dilakukan, apa yang tersisa, kondisi gimana dan sebagainya. Jadi tidak ada kaitan soal menteri, kabinet,” katanya.

Chairul Tanjung lahir di Jakarta, 16 Juni 1962. Ia adalah pengusaha asal Indonesia. Ia menjabat sebagai Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa sejak 19 Mei 2014. Namanya dikenal luas sebagai usahawan sukses bersama perusahaan yang dipimpinnya, Para Group.

Siti Nurbaya

Ketua DPP Partai NasDem Siti Nurbaya dipanggil oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Merdeka Jakarta, Rabu (22/10/2014).

Siti Nurbaya mengaku diajak berbicara banyak. Yang dibicarakan terkait dengan sumber daya alam.

“Bicara tentang Sumber daya alam, kemudian bicara tentang tumpang tindih perizinan. Tentang pelayanan yang baik dalam kaitan dengan sumber daya alam,” jelas Siti Nurbaya usai pertemuan.

Kedatangannya di luar spekulasi beberapa pihak. Siti Nurbaya sebelumnya adalah Sekjen DPD RI.

Marciano Norman

Kepala BIN Marciano Norman turut dipanggil oleh Presiden Joko Widodo ke kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/10/2014).

Belum diketahui apa tujuan pemanggilan itu. Namun dari informasi yang beredar, Marciano diminta untuk memverifikasi nama-nama calon.

Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman (lahir di Banjarmasin, 28 Oktober 1954; umur 59 tahun) adalah Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) yang dilantik pada 19 Oktober 2011. Ia adalah putera dari Mayjen TNI (Purn) Norman Sasono, mantan Pangdam Jaya dan Danpaswalpres.

Sebelum menjadi Kepala BIN, Marciano menjabat sebagai Pangdam Jaya dan Komandan Kodiklat TNI-AD sejak 26 April 2011. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1978.

Susi Pudjiastuti

Pemilik maskapai penerbangan Susi Air, Susi Pudjiastuti, dipanggil Presiden Jokowi. Keduanya berbicara soal penerbangan dan perikanan.

“Ngobrol saja tentang penerbangan, tentang perikanan,” ujarnya usai bertemu Presiden Jokowi, Kamis (23/10/2014).

Susi disebut-sebut bakal menjadi menteri pariwisata. Namun ia menjelaskan tidak ada sama sekali obrolan terkait pariwisata saat pertemuan. “Enggak (ditanya), ngobrol saja,” katanya.

Susi Pudjiastuti lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965. Ia adalah pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat.

Hingga awal tahun 2012, Susi Air memiliki 32 pesawat dengan berbagai tipe seperti Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-06 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 180 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.

Luhut Binsar Panjaitan

Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan tiba di Istana Merdeka Jakarta setelah Dirut Susi Air Susi Pudjiastuti. Luhut disebut-sebut masuk ke dalam kabinet Jokowi-JK menjadi Menkopolhukam.

Luhut lahir di Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatera Utara, 28 September 1947. Ia adalah mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Persatuan Nasional.

Luhut adalah lulusan terbaik dari Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970. Karier militernya banyak dihabiskan bertugas di Kopassus TNI AD. Di kalangan militer dikenal sebagai Komandan pertama Detasemen 81.

Saat kampanye pilpres lalu, ia menjadi ketua tim pemenangan Jokowi-JK.

Marwan Jafar, Hanif Dhakiri dan Nasir

Tiga politikus PKB dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Merdeka Jakarta, Kamis (23/10/2014). Mereka adalah Marwan Jafar, Hanif Dhakiri, dan Nasir.

Marwan Ja’far adalah Ketua Fraksi PKB DPR 2009-2014. Sebelumnya dia menjabat sebagai sekretaris fraksi partai PKB. Dia juga pernah menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU.

Sebelum namanya banyak dikenal, Marwan merupakan seorang konsultan hukum yang bekerja di sebuah perusahaan advokat Rusdiono & Partners Law Firm sebagai Konsultan Hukum pada tahun 1999.

Hanif Dhakiri adalah seorang aktivis – politisi muda sekaligus sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa yang mengabdi untuk partai tersebut sejak tahun 1998.

Pada April 2005, Hanif yang pernah menjabat sebagai konsultan partai sekaligus trainer dan fasilitator dalam berbagai kegiatan politik PKB ini resmi menduduki jabatan Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) untuk periode 2005-2010 disamping menjabat sebagai anggota Lembaga Pendidikan dan Pelatihan tingkat pusat DPP PKB.

Muhammad Nasir merupakan Rektor Universitas Diponegoro (Undip). Sebelum terpilih sebagai rektor, Nasir adalah Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip untuk periode 2010-2014. Dia terpilih pada Selasa, 7 September 2010.

Dia juga pernah menjabat Pembantu Rektor II di kampus yang sama. Nasir menyelesaikan pendidikan S1-nya di Undip. Gelar magister diraihnya dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Gelar PhD dia kantongi dari University of Science Malaysia.

Ferry Mursyidan Baldan, Enggartiasto Lukita

Dua politisi Partai Nasional Demokrat, Ferry Mursyidan Baldan dan Enggartiasto Lukita, mengaku hanya mengobrol dengan Presiden Joko Widodo.

“Biasa-biasa saja. Kami hanya mengobrol saja,” kata Ferry Mursyidan Baldan usai pertemuan dengan Presiden Jokowi.

Menurut Ferry yang juga sebagai Kepala Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem pada Pemilu 2014, obrolan yang dibicarakan adalah beragam masalah seperti terkait pelayanan dan proteksi atau perlindungan kepada rakyat.

Keduanya enggan berbicara banyak soal kemungkinan menjadi menteri.

Anies Baswdan

Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Merdeka. Usai bertemu Jokowi, Anies mengaku banyak hal yang ia bicarakan dengan presiden.

“Ngobrol macam-macam. Dari pendidikan, pertanian,” kata Anies, di Istana Negara Jakarta, Jumat (24/10/2014).

Anies mengatakan Presiden Jokowi juga mendiskusikan terkait dengan nama-nama menteri. Apalagi KPK dan PPATK memberi tanda merah kepada delapan nama calon menteri yang diajukan.

“Inikan proses politik yang panjang, dengan seleksi KPK. Kita ngobrol seputar itu,” kata Anies.

Rektor Universitas Paramadina ini mengatakan, Presiden Jokowi ingin susunan menteri yang perfect dan clear dari masalah hukum. Itu juga yang menjadi perbincangan dirinya dengan presiden.

“Indonesia akan lebih bersih, jika orang-orang yang bekerja untuk kepentingan publik itu memang clear,” kata Anies.

Saat disinggung apakah dirinya ditawari posisi menteri, Anies mengaku tidak ada. Termasuk apakah menjadi Seskab atau bukan, Anies mengatakan tidak ada.

Bagaimana dengan juru bicara pak? “Kampanye selesai kok, masa kita mau satu bidang saja,” katanya.

KH Asad Said Ali

Presiden Joko Widodo memanggil Wakil Ketum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama KH Asad Said Ali. Asad mengakui bertemu langsung dengan Jokowi. Banyak hal yang dibicarakan termasuk soal kehidupan toleransi antarumat beragama.

“Bagaimana membangun toleransi. Depag (Departemen Agama) harus ikut, Depdagri (Departemen Dalam Negeri) harus ikut,” jelas Asad usai pertemuan di Istana Negara Jakarta, Jumat (24/10/2014).

Dia mengaku perbincangan dengan presiden memang banyak menyangkut keamanan masyarakat. Tapi keamanan dari sisi kehidupan umat beragama. Konsep keamanan itu, lanjut Asad, lebih membahas kepada pendekatan keamanan dalam menjalankan keagamaan.

“Keamanan iya nyinggung. Keamanan itukan bebas, aman dari copet, tentram masuk rumah,” katanya.

Namun saat disinggung soal apakah Presiden Jokowi menawarkan menteri atau tidak, Asad enggan menjawab. Asad mengaku saat ini posisinya hanya sebagai orang PBNU walau sebelumnya pernah menjabat Wakil Ketua BIN era AM Hendropriyono. [red]

To Top