Hukum

ICW: 10 Tahun, 296 Kasus Korupsi Pendidikan

ACEHTERKINI.COM | Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri mengatakan, selama periode 2003 sampai 2013 terdapat 296 kasus korupsi di bidang pendidikan dengan kerugian  619 miliar.

“Dari kasus tersebut, hanya sebanyak  25 persen belanjut ke persidangan. Sedangkan  75 persen kasus ini menguap begitu saja,” kata Febri di Jakarta, Selasa, (7/10/2014).

Berdasarkan tingkat kerugian negara, ujar Febri, korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang paling banyak menyebabkan kerugian negara yakni sebanyak 40 persen.

Sedangkan korupsi Biaya Operasional Sekolah (BOS) merugikan negara skitar 20 persen, dan korupsi dana pengadaan buku sebesar  10 persen.

Sementara kalau dari jumlah frekuensi kasus, terang Febri,  kalau korupsi BOS sebanyak 5 persen, DAK  50 persen, dan korupsi buku  15 persen.

“Korupsi DAK ini sudah dimulai sejak dilakukan negosisasi dengan pemda, bahkan pemda mau membayar asalkan mendapat DAK dalam jumlah yang lebih besar kepada pejabat bersangkutan,”terangnya.

Modus korupsi sendiri, ujar Febri, antara lain  penggelapan dana pendidikan. Selain itu juga penggelapan  aset seperti tanah dan  kendaraan.

Modus lainnya yang cukup sering dilakukan, kata Febri, antara lain  mark up. Harga barang dinaikkan dari harga sesungguhnya. [rol]

To Top