Sosial

Fachrul Razi Janji Selesaikan Konflik PT. Arun NGL

Aksi Warga Sudah Sering Kali Dilakukan

ACEHTERKINI.COM | Wakil Komite I DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi M.I.P berjanji akan menyelesaikan konflik antara warga eks Blang Mancang dengan PT. Arun NGL di Kota Lhokseumawe.

Hal tersebut dikatakan Fachrul Razi dalam Badan Musyawarah DPD RI, Kamis (23/10/2014) di Ruang GBHN DPD RI.

Dalam rapat tersebut, Fachrul Razi melaporkan aksi demo warga esk Blang Mancang dan Rancong ke Kantor Walikota yang sempat “panas”.

Warga menuntut janji PT. Arun NGL terkait penyediaan lahan untuk 542 KK yang tergusur dari kawasan Arun.

“PT. Arun harus bertanggung jawab secara sosial kepada warga disekitarnya untuk mendapatkan fasilitas sosial, sarana dan prasana lainnya. Bahkan tanah rakyat yang diambil alih demi kepentingan negara harus dikembalikan kepada rakyat,” tegas Fachrul Razi dihadapan ratusan anggota DPD RI pagi tadi.

Dalam rapat Badan Musyawarah tersebut, ia mengatakan pasca beroperasinya PT. Arun, aset-asetnya harus diserahkan kepada Pemerintah Aceh dan kabupaten kota. “Namun sangat disayangkan pemerintah daerah tidak mendapatkan apa-apa,” jelasnya.

“Perusahaan Yahudi saja membangun pabrik di negara miskin selama 25 tahun lebih, asetnya diserahkan kepada warga atau pemerintah lokal. Tapi kenapa PT. Arun sudah mengambil minyak Aceh hanya meninggalkan konflik dan kemiskinan?” tanya Fachrul Razi sembari mengatakan ini negara apa, kok rakyatnya di miskinkan.

Ia mengaku akan terus berjuang sampai tuntas untuk warga eks Blang Mancang dan Rancong yang sedang berkonflik dengan PT. Arun NGL.

“DPD RI yang merupakan lembaga negara segera memanggil kementerian terkait, Pertamina dan PT. Arun untuk bertanggungjawab akan masalah ini,” katanya kepada acehterkini.

Aset yang dimiliki perusahaan itu harus diserahkan kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Kota.

“Rakyat yang dirugikan oleh kebijakan pusat, harus melakukan perjuangan ini secara politik dan demokrasi. Jangan dengan kekerasan dan jangan terprovokasi sehingga akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Kita akan memperjuangkan sama-sama ke tingkat pusat,” ujar Fachrul Razi mengingatkan.

Tanggapan PT. Arun

Sebelumnya massa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) tak henti-henti melakukan aksi demontrasi di Kota Lhokseumawe.

Aksi yang kesekian-kalinya dilakukan warga juga belum berbuah hasil. Kepada para pendemo, pihak PT. Arun NGL hanya dapat berjanji akan menyampaikan tuntutan mereka ke PT. Pertamina.

“Kami berusaha sesegera mungkin akan menyampaikan tuntutan pendemo ke PT. Pertamina. Hasilnya nanti akan kami sampaikan kembali,” kata Wakil Humas PT. Arun NGL, Teddy Safari, Rabu (22/10/2014).

Teddy mengatakan, pihaknya tidak dapat memberikan kesimpulan kapan tuntutan tersebut direspon oleh PT. Pertamina.

Aksi Massa

Aksi kesekian-kalinya yang dilakukan massa yaitu melakukan unjuk rasa di halaman kompleks perusahaan vital itu. Aksi yang sama sebelumnya tidak terlalu parah, namun kali ini massa sempat merusak pagar perumahan PT. Arun NGL dan membakar bekas-bekas ban mobil dihalaman tersebut.

Kemarin, Selasa (21/10/2014), massa juga menggeruduk kantor Walikota Lhokseumawe. Namun, massa tidak leluasa bergerak karena pengamanan yang cukup ketat.

Seperti disampaikan Sekretaris IKBAL M. Zubir, tuntutan massa yakni meminta kepada PT. Arun untuk segera merealisasikan bantuan rumah dan lahan yang pernah dijanjikan perusahaan tersebut.

Zubir menyebut, warga yang merupakan eks Blang Lancang dan Rancong, Lhokseumawe, terus mendesak Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh dan PT. Pertamina untuk merealisasikan lahan dan fasilitas untuk relokasi 542 keluarga warga “korban” pembangunan Kilang LNG Arun tahun 1974 silam. [Khu/Jamal]

To Top