Sosial

Begini Cara Walikota Langsa Tegakkan Syariat Islam

ACEHTERKINI.COM | Menerapkan syari’at Islam secara kaffah, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kondisi tersebut menuntut Wali Kota Langsa Usman Abdullah SE, dan Wakilnya Drs. Marzuki Hamid MM terus bekerja semaksimal mungkin.

“InsyaAllah, kita berusaha untuk selalu ada dalam kegiatan masyarakat, jadi sedikitnya kita tahu perkembangan yang  terjadi ditengah masyarakat. Itu salah satu kunci kita mengubah Langsa ini menjadi daerah yang Islami meski banyak keterbatasan,” kata Wakil Walikota Drs. Marzuki Hamid MM kepada wartawan media ini, Sabtu (18/10/2014).

Sebagai kepala pemerintahan yang bertanggungjawab, pasangan “Umara” yang diusung oleh Partai Aceh (PA) ini juga tak segan-segan mengambil langkah tegas untuk menegakan hukum syariat.

Salah satunya adalah kegiatan razia moral, aqidah, kini rutin dilakukan Pemerintah Kota Langsa. “Dan hal-hal yang sifatnya hura-hura atau kurang manfaat, seperti keyboard di malam hari, itu kan mengganggu anak-anak yang masih pelajar,” ungkap Marzuki Hamid.

Ia menyampaikan, setelah pihaknya melakukan berbagai upaya penegakan Syari’at Islam seperti itu, kini kegiatan yang dinilai sifatnya tidak bermanfaat sudah tiada lagi di Kota Langsa ini. Namun, ada sedikit hambatan dalam penegakan hukum syar’at Islam yakni mengenai keterbatasan anggaran.

“Itu juga masih jadi kendala bagi kami. Keterbatasan anggaran terkadang tidak mampu menerapkan hukum Syari’at Islam,” ujarnya.

Kegiatan pengajian dan syafari subuh yang melibatkan tokoh-tokoh ulama, merupakan suatu kegiatan yang rutin dilakukan saat ini di Kota Langsa. “Kegiatan tersebut juga merupakan satu-satunya metode pendidikan Islami,” katanya.

Dalam dunia pendidikan, Pemerintah Kota Langsa juga meluncurkan program sekolah berbasis Islami. Program ini memisahkan siswa dan siswi dalam proses belajar mengajar. Setiap malam minggu ada program khusus pengajian di sekolah tingkat SMP/MTsN dan SMA/MA yang mengharuskan pelajar memperdalam ilmu-ilmu agama.

“Dulu diawal tahun kita memimpin, di Lapangan Merdeka ini cukup banyak kegiatan yang tidak berguna, banci waria cukup banyak di malam hari, tapi memasuki dua tahun periode kami memimpin Langsa, InsyaAllah sudah tiada lagi hal-hal semacam itu,” jelas Wakil Walikota.

Dia menambahkan, program Pemerintah Kota Langsa didukung penuh oleh masyarakat setempat dan pihak keamanan, dari itulah proses penegakan syari’at Islam dikota ini bisa berjalan dengan baik. “Ini sangat membantu kami,” kataya lagi.

Secara perlahan, pemerintah Kota Langsa akan menghapus budaya yang tidak penting bagi agama Islam. Sebagai salah satu langkah yang baik, sebelumnya pemerintah setempat juga telah mensosialisasikan kepada masyarakat. “Ingin melakukan hura-hara, silahkan ke daerah lain,” tutup Marzuki Hamid singkat. [Jamal]

To Top