Sosial

Aqidah Indikator Tegaknya Syariat Islam di Aceh

ACEHTERKINI.COM | Syariat Islam di Aceh bukan hanya faktor qanun (red- Perda) dan tahun 2002. “Syariat Islam di Aceh tidak terlepas dengan aqidah,” kata Tgk. Munawar A. Jalil.

Kepala Bidang Hukum Dinas Syariat Islam Aceh ini menjelaskan penegakan Syariat Islam baru berhasil kalau ditandaskan kepada kekokohan aqidah individu muslim.

Keterkaitan antara perkara aqidah dengan syariat tidak dapat dipisahkan. Masyarakat di Aceh tidak lagi mengindahkan perintah agama. Warga dengan bangga melanggar rambu-rambu agama seperti berpakaian ketat, berzina, berjudi, narkoba, tidak shalat Jum’at.

“pelanggaran Syariat Islam itu tidak terjadi di kota-kota malah sudah merambah di pelosok desa,” kata Munawar A Jalil saat menjadi khatib Salat Idul Adha di Masjid Agung Al-Makmur, Lamprit Kota Banda Aceh, Minggu (5/10/2014).

“Hakikatnya tingkah laku individu orang Aceh menjadi indikator berhasil atau tidaknya Syariat Islam di Aceh,” terangnya.

Sebagai orang Aceh, kata ustadz Munawar harus malu. Aceh sebagai daerah yang kerap dengan nilai-nilai Islamnya, justru praktek maksiat ada di sekitar kita.

“Betapapun hebatnya regulasi yang disiapkan Pemerintah Aceh, kemudian sosialisasi dengan banyak anggaran, kalau individu dan masyarakat Muslim Aceh tidak memiliki aqidah yang benar, maka pelaksanaan Syariat Islam dalam dilema,” mengutip pidato Munawar A Jalil.

Aqidah Islam yang kuat akan menjadi pilar utama pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

“Dimana ada Syariat Islam maka di sana ada kemaslahatan,” demikian Tgk. Munawar A. Jalil. [red/*]

To Top